Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Oknum polisi terlibat penipuan penerimaan brigadir tamtama

kiri : AKBP Hudit Wahyudi kiri : AKBP Hudit Wahyudi

Jogjakarta-KoPi |Anggota polisi aktif terlibat kasus penipuan dan pencaloan penerimaan pegawai negeri sipil. Anggota polisi tersebut berinisial LS bertempat tinggal di asrama Polri Pathuk, Ngampilan Yoggyakarta.

Selain Kasus penipuan dan pencaloan CPNS, Direskrimum Polda DIY Drs. Ludit Wahyudi juga menemukan penipuan dan penggelapan penerimaan calon tamtama brigadir Polri oleh dr. Syah Rizal Syam Pohan. dr. Syah Rizal Syam Pohan menjabat sebagai Waka Rumkit Polda DIY tengah menjadi buron.

Namun dari dua kasus tersebut, Reserse Kriminal Umum Polda DIY baru bisa mengungkap kasus penipuan dan pencaloan penerimaan CPNS.

“ Dalam penerimaan calon pegawai negeri sipil dan calon tamtama brigadir polri. Baru ketemu satu kasus, yaitu calon penerimaan pegawai negeri sipil. Dengan satu tersangka calo cpns”, ujar Direskrimum Polda DIY, AKBP Hudit Wahyudi saat jumpa pers di Polda DIY pukul 10.30 Wib.

Menurut Direskrimum Polda DIY, AKBP Hudit Wahyudi kasus pencaloan penerimaan tamtama polri masih dalam tahapan pemeriksaan. Bila bukti-bukti sudah terpenuhi segera dilanjutkan tindak pidana.

Sementara jejak kasus penipuan penerimaan CPNS terungkap setelah ada pengaduan dari korban, Okta. Sutanto selaku orang tua Okta memberikan uang sebagai kelancaran proses masuk CPNS kepada tersangka LS sebesar 90 juta. Namun setelah pengumuman Okta tidak masuk dan uang tidak dikembalikan oleh tersangka. | Winda Efanur FS|

back to top