Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Oknum polisi terlibat penipuan penerimaan brigadir tamtama

kiri : AKBP Hudit Wahyudi kiri : AKBP Hudit Wahyudi

Jogjakarta-KoPi |Anggota polisi aktif terlibat kasus penipuan dan pencaloan penerimaan pegawai negeri sipil. Anggota polisi tersebut berinisial LS bertempat tinggal di asrama Polri Pathuk, Ngampilan Yoggyakarta.

Selain Kasus penipuan dan pencaloan CPNS, Direskrimum Polda DIY Drs. Ludit Wahyudi juga menemukan penipuan dan penggelapan penerimaan calon tamtama brigadir Polri oleh dr. Syah Rizal Syam Pohan. dr. Syah Rizal Syam Pohan menjabat sebagai Waka Rumkit Polda DIY tengah menjadi buron.

Namun dari dua kasus tersebut, Reserse Kriminal Umum Polda DIY baru bisa mengungkap kasus penipuan dan pencaloan penerimaan CPNS.

“ Dalam penerimaan calon pegawai negeri sipil dan calon tamtama brigadir polri. Baru ketemu satu kasus, yaitu calon penerimaan pegawai negeri sipil. Dengan satu tersangka calo cpns”, ujar Direskrimum Polda DIY, AKBP Hudit Wahyudi saat jumpa pers di Polda DIY pukul 10.30 Wib.

Menurut Direskrimum Polda DIY, AKBP Hudit Wahyudi kasus pencaloan penerimaan tamtama polri masih dalam tahapan pemeriksaan. Bila bukti-bukti sudah terpenuhi segera dilanjutkan tindak pidana.

Sementara jejak kasus penipuan penerimaan CPNS terungkap setelah ada pengaduan dari korban, Okta. Sutanto selaku orang tua Okta memberikan uang sebagai kelancaran proses masuk CPNS kepada tersangka LS sebesar 90 juta. Namun setelah pengumuman Okta tidak masuk dan uang tidak dikembalikan oleh tersangka. | Winda Efanur FS|

back to top