Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Oknum dibalik asap Riau berhak dituntut!

image from lintas.me image from lintas.me
Surabaya - KoPi | Upaya penanganan korban Asap Riau masih sangat minim. Hal ini diakibatkan kebijakan pemerintah yang hanya fokus pada penanganan akar permasalahan, yaitu pemadaman disejulah titik api penyebab munculnya asap.

Riau, merupaan salah satu daerah yang berdampak pada kebakaran hutan tersebut. Paparan asap yang diterima masysarakat Riau selama beberapa bulan ini masih minim penggerakan.

Dr. R. Azizah, Pakar Kesehatan Lingkungan ini menyatakan bentuk keprihatinan pada bencana Asap yang terjadi di Riau. Menurutnya, sara terbaik dalam menangani masalah in adalah penggerakan diseluruh elemen masyarakat dan para ahli untuk menangani permasalahan tersebut.

“Untuk masyarakat di Riau yang sudah terkena dampak, saran saya adalah bermigrasi ke darah yang memiliki udara bersih. Karena saat ini tidak ada penanganan yang lebih baik ketimbang bermigrasi ke daerah lain. Karen asap akan memiliki celah untuk masuk dan Masyarakat tidak memiliki ruang untuk bersembunyi” ujarnya.

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga ini mengatakan bahwa teknologi dan obat yang saat ini diberikan tentunya masih akan kurang dalam penanganan medis. Baginya, bencana yang saat ini terjadi di Riau merupakan keterliabtan oknum tertentu.

“Dalam pembangunan, perusahaan harusnya memperhatikan 3 pilar penting, Lingkungan, Ekonoomi dan Sosial. Saat ini yang terjadi di Riau adalah perusakan terhadap tiga pilar tersebut” tuturnya.

Azizah menyetujui  Masyarakat Riau dalam melakukan tuntutan terhadap oknum dibalik bencana asap Riau. Baginya hal itu sangat penting dilakukan, sebab saat ini bencana asap Riau sudah sangatlah menyediihkan. Mereka berhak untuk menuntut pencemaran terhadap lingkungan mereka sendiri.  | Labibah

back to top