Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Oknum dibalik asap Riau berhak dituntut!

image from lintas.me image from lintas.me
Surabaya - KoPi | Upaya penanganan korban Asap Riau masih sangat minim. Hal ini diakibatkan kebijakan pemerintah yang hanya fokus pada penanganan akar permasalahan, yaitu pemadaman disejulah titik api penyebab munculnya asap.

Riau, merupaan salah satu daerah yang berdampak pada kebakaran hutan tersebut. Paparan asap yang diterima masysarakat Riau selama beberapa bulan ini masih minim penggerakan.

Dr. R. Azizah, Pakar Kesehatan Lingkungan ini menyatakan bentuk keprihatinan pada bencana Asap yang terjadi di Riau. Menurutnya, sara terbaik dalam menangani masalah in adalah penggerakan diseluruh elemen masyarakat dan para ahli untuk menangani permasalahan tersebut.

“Untuk masyarakat di Riau yang sudah terkena dampak, saran saya adalah bermigrasi ke darah yang memiliki udara bersih. Karena saat ini tidak ada penanganan yang lebih baik ketimbang bermigrasi ke daerah lain. Karen asap akan memiliki celah untuk masuk dan Masyarakat tidak memiliki ruang untuk bersembunyi” ujarnya.

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga ini mengatakan bahwa teknologi dan obat yang saat ini diberikan tentunya masih akan kurang dalam penanganan medis. Baginya, bencana yang saat ini terjadi di Riau merupakan keterliabtan oknum tertentu.

“Dalam pembangunan, perusahaan harusnya memperhatikan 3 pilar penting, Lingkungan, Ekonoomi dan Sosial. Saat ini yang terjadi di Riau adalah perusakan terhadap tiga pilar tersebut” tuturnya.

Azizah menyetujui  Masyarakat Riau dalam melakukan tuntutan terhadap oknum dibalik bencana asap Riau. Baginya hal itu sangat penting dilakukan, sebab saat ini bencana asap Riau sudah sangatlah menyediihkan. Mereka berhak untuk menuntut pencemaran terhadap lingkungan mereka sendiri.  | Labibah

back to top