Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Novri Susan: Golongan putih bukan dosa

foto: Novri Susan sosiolog Unair foto: Novri Susan sosiolog Unair

Surabaya-KoPi| Golput (golongan putih) adalah sebagian anggota masyarakat yang tidak ikut berpartisipasi dalam pemilihan umum atau pilkada (pemilihan kepala daerah). Pada pilwali Surabaya tahun 2010 golput mencapai 52 persen. Angka yang sangat tinggi.

Menurut pengamat sosiologi politik Universitas Airlangga, Novri Susan, golput paling tidak dibentuk oleh empat alasan, yaitu budaya populer usia muda atau pemilih pemula, ketidakpercayaan terhadap hasil pilkada, ideologi politik dan kendala teknis pelaksanaan pencoblosan oleh pemilih.

"Tantangan terbesar ada pada budaya populer kalangan pemilih muda. Budaya populer mampu menjauhkan warga pada pentingnya partisipasi politik. Sebab kesadaran budaya populer lebih memilih tidak peduli pada politik yang dianggap serius, menakutkan dan tidak 'enak' dikonsumsi".

Selanjutnya Novri penulis buku Sosiologi Politik: Pembangunan, Konflik dan Demokrasi di Indonesia ini menjelaskan bahwa alasan ketidakpercayaan juga cukup besar mempengaruhi partisipasi dalam pilkada, baik pada mekanisme dan hasil kepemimpinan.

"Kepempimpinan hasil pilkada seringkali melahirkan sirkulasi elite semata. Artinya, wajah elite berbeda namun perilaku dan kebijakan tidak berbeda dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat."

Sedangkan menurut sosiolog Unair ini, alasan ideologis seperti tidak setuju dengan konsep demokrasi tetap ada. Pada penelitian yang ia lakukan pada tahun 2014 lalu, ada sekitar 10 persen tidak ikut pencoblosan pemilu karena masalah ideologis ini. Sedangkan kendala teknis pencoblosan para pemilih terjadi ketika para pemilik hak suara tidak mampu hadir dengan alasan tertentu seperti tidak sedang dalam kota atau sakit.

"Golput itu bukan dosa politik, karena partisipasi politik bisa dilakukan pada dimensi lain. Akan tetapi golput akan mempengaruhi legitimasi hasil pemilu atau pilkada,"tandas Novri kepada KoPi di ruangan dosen Departemen Sosiologi Fisip Unair. |Labibah|

back to top