Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Ngomyang Kebudayaan: Masuk Sekolah Langsung Siap Menjadi Presiden

Sumber gambar: phephend.blogspot.com Sumber gambar: phephend.blogspot.com

Kembali ke sekolah...... anak –anak sampai dipintu gerbang bergegas masuk karena sudah disambut bel berbunyi dan lonceng yang berdentang. Anak-anak datang dengan riang, dengan senyum mengembang, mereka berjabat tangan dan bertegur sapa. Bahkan bersama-sama berdendang satu dua tiga dan empat...satukan semangat dan tekad untuk belajar dengan giat.

Masuk sekolah, toleh kanan toleh kiri mencari kursi dan bangku. Kemudian duduk memulai membuka buku-buku baru mendengarkan bapak ibu guru berceloteh tentang ilmu. Orang tuanya menaruh harapan, harapan tentang masa depan yaitu peradaban.

Dalam kelas itu seorang guru bertanya pada murid-murid dan mereka serentak mengacungkan tangannya dengan menyebut, "Saya sekarang siap menjadi presiden!!" ....ya mereka semua dengan semangat dan percaya diri menjawab siap menjadi presiden begitu sang guru bertanya padanya. Sang guru kaget tidak menyangka mereka berani mempunyai cita-cita tinggi.

Satu sekolah seluruh muridnya bercita-cita ingin menjadi presiden. Ini luar biasa, kita bakal punya generasi pemimpin. Stok presiden begitu banyaknya, sehingga kita tak perlu kawatir lagi kehabisan stok pemimpin. Negeri ini butuh pemimpin bukan sekedar pembesar atau pejabat.
Di sekolah dasar itu ada yang gendut, cebol, kriting, tongos, botak, kurus, montok, kulit hitam, kulit kuning, kulit coklat namun tidak ada yang berkulit pelangi atau berkulit abu-abu. Semua murid-murid itu bercita-cita menjadi presiden bahkan siap menjadi presiden.

Nah nanti bila si gendut jadi presiden akan menjadi presiden yang gendut, lalu si cebol akan menjadi presiden yang cebol ada pula presiden kriting maupun pesiden tongos maka lantas negeri ini akan memproduksi presiden-presiden. Jadi nantinya semua negeri ini akan banyak presiden bahkan rakyatnya pun presiden semua, sehingga presiden memimpin presiden ini tentunya akan menjadi negara kesatuan republik presiden (NKRP) ha ha ha ha ha....

Gile, masuk sekolah dihari pertama langsung menjadi presiden diantara para presiden benar-benar seperti dinegara maha negara mirip perserikatan presiden-presiden

Bercita-cita menjadi presiden seperti menjadi idaman banyak orang dan bukan hal yang ditakuti lagi, bukan pula sebuah hal sulit di era demokrasi sekarang ini. Namun untuk mencapainya butuh perjuangan tetapi bukan sekedar perjuangan semacam meniti sebuah karier karena presiden bukan sekedar direktur perusahaan, bukan sekedar seorang rektor dikampus, bukan sekedar pemimpin agama atau bukan sekedar seorang pemimpin batalyon saja. Tetapi lebih dari itu, yaitu presiden mampu memberi keteladanan mau bekerja mendengarkan dan mencari solusi persoalan rakyat.

Baik saja menjadi presiden namun kadang kebanyakan orang ingin sesuatu jangkauannya terlalu tinggi tetapi tidak melihat nilai guna atau mengukur diri. Seakan-akan menjadi presiden menjadi hal terpenting, menjadi presiden adalah segala-galanya, punya jabatan tertinggi sehingga harus diperjuangkan membabi buta dan diupayakan harus berhasil dengan segala cara apapun.

Apa ini bisa dikatakan pergeseran dalam berjuang yaitu harus menjadi presiden dulu untuk merubah bangsa, atau ini bisa dikatakan satu-satunya cara berbuat untuk bangsanya harus dimulai jadi presiden.

Gandrung menjadi presiden akhirnya gandrung akan jabatan, gandrung akan kekuasaan, gandrung akan kehormatan sehingga motivasi berbangsa menjadi kabur ini yang perlu disikapi. Yaitu motivasi berbuat hanya diisi dengan kepentingan pribadi yang nilai gunanya sempit bukan visi kedepan.

Generasi sekarang, anak-anak mudanya cenderung egoisentris sehingga merasa paling benar, paling bisa atau cenderung merasa sudah hebat. Punya angan tinggi namun sering melupakan proses sebab, hanya instan cepat dapat cepat dikenal sehingga tempaan mental militan kurang. Orientasinya dalam perjuangan adalah kebendaan atau materi bisa-bisa malah hedonisme, dan yang sering terjadi tidak mengenal sejarah atau tidak menghargai sejarah sehingga melupakan para pendahulunya.

Negeri ini dibangun tidak dengan sendirian tetapi dibangun dengan kebersaamaan, senasib dan seperjungan ada visi kebangsaan yang diutamakan. Bukan kepentingan pribadi semata. Bangsa ini harus lahir kambali, bangkit kembali lalu buat energi terang munculkan pancaran optimisme bahwa negeri ini ada, negeri ini berdaya dan negeri ini merdeka.

Membangun komunikasi dengan negara asing penting asal tidak terjajah atau malah terjarah jadi penting bersahabat dengan bangsa asing asal kita mampu menjaga martabat bangsa. Dibalik optimisme, kita punya PR besar yaitu membangun manusianya terlebih dahulu yaitu membangun diri kita sendiri dengan memulai hal yang sedehana tapi sungguh-sungguh. Memulai dari hal yang terkecil namun dengan kesadaran serius sehingga bisa menjadi perubahan besar dan kita menjadi bagian perubahan rakyat pun ikut terlibat dalam perubahan.

Disekolah pun juga. Pentingnya sebuah kesadaran perubahan ketika mendapati anak-anak murid punya cita-cita yang tinggi, guru setidaknya harus tahu dan pandai mengarahkan bahkan menemani murid untuk kemantapan cita-cita. Tugas guru menjadi begitu berat sebab bukan sekedar pengajar namun menjadi inspirator sekaligus motivator guru punya tanggung jawab.

Murid-murid bukan sekedar diolah kepandaian keintelektualan semata namun diolah pula kemampuan berkomunikasi dan kemampuan berkomunitas. Cita-cita menjadi presiden memang bagus namun perlu sebuah pengarahan dan pendampingan seorang guru sehingga sang murid paham pentingnya proses sehingga tidak instan.

Kedepankan jiwa kepemimpinan, jiwa militan, jiwa solidaritas ini akan membawa murid-murid menjadi generasi yang sadar akan pentingnya menghargai orang lain dan mau bekerja sama. Jadi bukan sekedar menjadi seorang pembesar atau pejabat saja, namun menjadi sosok pemimpin. Sehingga pelan-pelan murid-murid punya cita-cita yang beragam dan konsisten untuk memperjuangankan dengan cara sehat bukan dengan cara instan. Mampu menjadi generasi jujur, tulus dan punya keteladanan.

Saatnya sekolah-sekolah melahirkan generasi-generasi sehat sehingga bangsa ini mempunyai pemimpin-pemimpin sehat yang punya visi kebangsaan dan kemanusian, saatnya ada seorang presiden yang mempunyai jiwa kepemimpinan dan keteladanan, tegas namun tidak menakutkan, membawa keteduhan bangsa...sebab bangsa ini dibangun dengan kedamaian dan kesadaran bergotong royong : AKU MASIH MELIHAT INDONESIA RAYA

 

AKU MASIH MELIHAT INDONESIA RAYA

Ketika kujumpai orang-orang bergotong royong
Berbondong-bondong bersihkan got dan gorong-gorong

AKU MASIH MELIHAT INDONESIA RAYA
Ketika kujumpai anak-anak bermain-main dihalaman
Berlarian....berkejaran...menari kemudian menyanyi tentang tembang dolanan

AKU MASIH MELIHAT INDONESIA RAYA
Ketika kujumpai ibu-ibu menggendong sayuran dan dagangan pergi ke pasar
Ada kuli panggul dan orang-orang menjajakan dan terjadilah tawar menawa.

AKU MASIH MELIHAT INDONESIA RAYA
Ketika kujumpai orang-orang kota masih suka pergi kedesa
Bermain lendut disawah dan pergi ke ladang menanam jagung dan ketela.

AKU MASIH MELIHAT INDONESIA RAYA
Ketika kujumpai anak-anak kecil dan orang tua ada yang pergi ke mesjid, pura,wihara dan ada pula pergi ke gereja bahkan ketempat doa lainya......mereka bertemu saling bertegur sapa bahwa kita adalah satu saudara.

AKU MASIH MELIHAT INDONESIA RAYA
Ketika kita masih.....berbahasa satu bahasa Indonesia.....berbangsa satu bangsa Indonesia....bertanah air satu tanah air Indonesia......dan punya lagu yang sama yaitu lagu INDONESIA RAYA.

 

SALAM: Daryanto Bender.........sebuah coretan dari serpong.

back to top