Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

New York Times memenangkan penghargaan Pulitzers

New York Times memenangkan penghargaan Pulitzers

KoPi| The New York Times memenangkan dua penghargaan bergengsi Pulitzer,  atas ulasannya mengenai Ebola yang merebak di Afrika Selatan yang digambarkan oleh Pulitzer sebagai jurnalisme yang berani dan jelas yang berkaitan dengan masyarakat dan penyelenggaraan kekuasaan yang akuntabel.

Panitia Pulitzer bidang pelayanan umum, mengumumkannya di Universitas Columbia, Senin, pekan ini. Kemudian di posisi berikutnya penghargaan tersebut diberikan kepada media Charleston, South Carolina’s Post dan Courier atas pemberitaannya tentang kekerasan domestik.

Pulitzer memberikan penghargaan yang luar biasa terhadap mereka yang bekerja di bidang jurnalistik, sastra, drama, dan bidang lain. Pulitzer juga memberikan perhatiannya terhadap koran dan situs internet.  

“Sampai maut memisahkan kita,” berita oleh The Post dan Courier menjelaskan mengapa South Carolina adalah satu dari sekian negara tak ramah bagi perempuan. Doug Pardue, satu dari empat orang yang memproduksi seri tersebut berkata bahwa ini adalah strategi untuk memberikan perlindungan yang lebih nyata terhadap perempuan yang dilecehkan.

“Saya senang mendapati jurnalisme yang mampu menghargai melalui pemberitaannya,” kata Pardue. “Ini adalah cerita yang menyentuh banyak orang.”

Untuk liputan Ebola ini, The New York Times memenangkan penghargaan di bagian pemberitaan internasional dan seorang pekerja lepas Daniel Berehulak memenangkan fotografi feature.| Reuters | Frida Anwar

back to top