Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

New York Times memenangkan penghargaan Pulitzers

New York Times memenangkan penghargaan Pulitzers

KoPi| The New York Times memenangkan dua penghargaan bergengsi Pulitzer,  atas ulasannya mengenai Ebola yang merebak di Afrika Selatan yang digambarkan oleh Pulitzer sebagai jurnalisme yang berani dan jelas yang berkaitan dengan masyarakat dan penyelenggaraan kekuasaan yang akuntabel.

Panitia Pulitzer bidang pelayanan umum, mengumumkannya di Universitas Columbia, Senin, pekan ini. Kemudian di posisi berikutnya penghargaan tersebut diberikan kepada media Charleston, South Carolina’s Post dan Courier atas pemberitaannya tentang kekerasan domestik.

Pulitzer memberikan penghargaan yang luar biasa terhadap mereka yang bekerja di bidang jurnalistik, sastra, drama, dan bidang lain. Pulitzer juga memberikan perhatiannya terhadap koran dan situs internet.  

“Sampai maut memisahkan kita,” berita oleh The Post dan Courier menjelaskan mengapa South Carolina adalah satu dari sekian negara tak ramah bagi perempuan. Doug Pardue, satu dari empat orang yang memproduksi seri tersebut berkata bahwa ini adalah strategi untuk memberikan perlindungan yang lebih nyata terhadap perempuan yang dilecehkan.

“Saya senang mendapati jurnalisme yang mampu menghargai melalui pemberitaannya,” kata Pardue. “Ini adalah cerita yang menyentuh banyak orang.”

Untuk liputan Ebola ini, The New York Times memenangkan penghargaan di bagian pemberitaan internasional dan seorang pekerja lepas Daniel Berehulak memenangkan fotografi feature.| Reuters | Frida Anwar

back to top