Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Netanyahu menang, prospek damai kembali suram

Netanyahu menang, prospek damai kembali suram
KoPi | Benjamin Netanyahu kembali memenangi pemilihan umum Israel setelah mengalahkan pesaingnya, Isaac Herzog, dengan perolehan angka yang tipis. Kemenangan Netanyahu ini dipastikan akan kembali menyuramkan prospek perdamaian dengan Palestina.
 

Sejak awal masa kampanyenya, Netanyahu sudah berjanji akan meningkatkan keamanan warga Israel dan tidak akan bernegosiasi tentang solusi dua negara. Ia juga bersumpah akan meneruskan kembali pembangunan pemukiman Israel di Gaza, Tepi Barat, dan Jerusalem Timur. Partai pengusung Netanyahu, Likud, didukung oleh kalangan sayap kanan dan nasionalis.

Kemenangan ini cukup mengejutkan berbagai pihak. Sebelumnya banyak media internasional memprediksi Netanyahu akan kalah dalam pemilu kali ini. Pernyataannya di media untuk tidak akan berdamai dengan Palestina telah membuatnya dikritik pihak internasional, termasuk Amerika. Beberapa lalu pidatonya di Gedung Putih dikecam banyak pihak di Amerika dan memperburuk hubungannya dengan Obama.

Partai Likud berhasil menguasai 30 kursi di Knesset atau parlemen Israel. Pesaing terdekatnya, partai Zionist Union hanya memperoleh 24 kursi. Dengan kemenangannya kali ini, Netanyahu mencatatkan sejarah sebagai perdana menteri yang menjabat paling lama di Israel. Ia sudah empat kali memegang posisi perdana menteri. | Newsweek

back to top