Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Netanyahu menang, prospek damai kembali suram

Netanyahu menang, prospek damai kembali suram
KoPi | Benjamin Netanyahu kembali memenangi pemilihan umum Israel setelah mengalahkan pesaingnya, Isaac Herzog, dengan perolehan angka yang tipis. Kemenangan Netanyahu ini dipastikan akan kembali menyuramkan prospek perdamaian dengan Palestina.
 

Sejak awal masa kampanyenya, Netanyahu sudah berjanji akan meningkatkan keamanan warga Israel dan tidak akan bernegosiasi tentang solusi dua negara. Ia juga bersumpah akan meneruskan kembali pembangunan pemukiman Israel di Gaza, Tepi Barat, dan Jerusalem Timur. Partai pengusung Netanyahu, Likud, didukung oleh kalangan sayap kanan dan nasionalis.

Kemenangan ini cukup mengejutkan berbagai pihak. Sebelumnya banyak media internasional memprediksi Netanyahu akan kalah dalam pemilu kali ini. Pernyataannya di media untuk tidak akan berdamai dengan Palestina telah membuatnya dikritik pihak internasional, termasuk Amerika. Beberapa lalu pidatonya di Gedung Putih dikecam banyak pihak di Amerika dan memperburuk hubungannya dengan Obama.

Partai Likud berhasil menguasai 30 kursi di Knesset atau parlemen Israel. Pesaing terdekatnya, partai Zionist Union hanya memperoleh 24 kursi. Dengan kemenangannya kali ini, Netanyahu mencatatkan sejarah sebagai perdana menteri yang menjabat paling lama di Israel. Ia sudah empat kali memegang posisi perdana menteri. | Newsweek

back to top