Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Negara Tidak Serius Tindak Kasus Intoleransi Beragama

Negara Tidak Serius Tindak Kasus Intoleransi Beragama Sumber : Indonesia.irib.ir

Surabaya-KoPi, Muka pluralitas di Indonesia kembali tercoreng setelah kasus penyerangan yang menimpa jemaat Katolik di Yogyakarta saat sedang menjalankan doa rosario di rumah Julius pada Kamis 29 Mei 2014. Tindakan intoleran tersebut memunculkan keprihatinan mendalam bagi Kelompok Kerja Advokasi Kebebasan Beragam dan Berkeyakinan (POKJA AKBB) Jawa Timur.

Sebagai bentuk keprihatinannya, POKJA AKBB menggelar aksi di depan Tugu Polisi Istimewa pada Jum’at, (6/6/2014). Pada aksi tersebut, POKJA AKBB menuntut ketegasan dan sikap polisi dalam pengusutan secara tuntas kasus kekerasan yang merusak kepercayaan dan pluralitas antar umat beragama di Indonesia.


Tidak hanya kekerasan di Yogyakarta beberapa waktu lalu, POKJA AKBB juga membahas tentang kasus tragedi berdarah di Sampang, Madura yang menurut mereka bukanlah dongeng sebelum tidur. Tidak hanya itu peristiwa kekerasan di Puger, Jember juga menjadi fokus dalam aksi tersebut. Lambatnya penanganan serta ketidakseriusan aparatur negara dalam menangani kasus-kasus kekerasan di beberapa wilayah tersebut, memunculkan ketidaknyamanan bagi umat beragama di Indonesia saat menjalankan aktivitas peribadatannya.


Untuk kemudian dapat meminimalisir dan mengantisipasi terjadinya kasus kekerasan berlatar belakang perbedaan keyakinan, serta untuk meningkatkan kenyamanan saat beribadah bagi keyakinan apapun di Indonesia, POKJA AKBB memunculkan rekomendasi terhadap aparatur negara baik Pemerintah maupun Kepolisian.


Adapun poin rekomendasi yang disampaikan POKJA AKBB adalah;(1) menyatakan keprihatinannya atas peristiwa kekerasan yang terjadi di Yogyakarta; (2) meminta POLDA Jogjakarta untuk menangkap pelaku kekerasan dan memprosesnya secara hukum;(3) meminta POLDA Jogjakarta agar pelaku ujaran kebencian di Jogjakarta ditangkap dan diproses secara hukum;(4) mendukung upaya pemerintah Jawa Timur untuk mengantisipasi pelbagai potensi konflik di pelbagai daerah; dan (5) mendukung upaya POLDA Jawa Timur untuk meningkatkan sistem deteksi dini (early warning system) terhadap potensi kekerasan di pelbagai daerah.

 


Reporter : Aditya Candra Lesmana dan Yudho NP

back to top