Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Negara dengan sistem pendidikan terbaik akan rombak kurikulum

Negara dengan sistem pendidikan terbaik akan rombak kurikulum
KoPi | Selama bertahun-tahun Finlandia telah menempati peringkat teratas dalam hal pendidikan. Model pendidikan di Finlandia disebut paling baik dan selalu memperoleh nilai paling tinggi. Namun, Finlandia memutuskan akan mengubah model pendidikan yang selama ini mereka terapkan.
 

Finlandia berencana mengurangi penekanan pada mata pelajaran individu seperti matematika dan sejarah. Sebaliknya, mereka akan memperluas mata pelajaran antar disiplin ilmu. Tujuannya untuk mempersiapkan siswa dengan keahlian yang berguna dalam duia global yang mengandalkan teknologi.

Para pejabat pendidikan Finlandia mengatakan mereka akan lebih mengedepankan apa yang disebut “pengajaran berbasis fenomena” dalam kerangka kurikulum nasional. Pendekatan tersebut dikatakan akan lebih menguatamakan pelajaran-pelajaran yang bersifat multi disiplin. Misalnya, ketika mengajar ekonomi atau sejarah, guru dapat menerangkan mengenai Uni Eropa, menggabungkan aspek ekonomi dan sejarah. Sekolah-sekolah diberi kebebasan tentang bagaimana implementasinya.

Kepala Pengembangan Kurikulum Badan Pendidikan Finlandia, Irmeli Halinen mengatakan, siswa perlu berpacu dengan dunia yang terus berubah. Teknologi semakin maju dan dunia semakin dekat secara global, sehingga para siswa akan menghadapi tantangan yang terus berubah.

“Dunia di luar sekolah selalu berubah. Kita harus berpikir ulang tentang segala sesuatu yang terkait dengan sekolah. Kita juga harus mengerti kompetensi yang diperlukan di masyarakat dan dunia kerja terus berubah dengan cepat,” ungkapnya.

Halinen juga mengatakan, menjadi ahli di satu bidang tidak cukup di dalam dunia yang terus berubah ini. Siswa harus bisa mengaplikasikan keahlian mereka dalam konteks yang berbeda.

Selain itu, dalam kurikulum baru tersebut siswa juga akan diajak merencanakan pelajaran dan kurikulum yang akan didapat. Dengan kurikulum baru, nantinya ruang kelas juga akan berubah. Jika selama ini guru berada di depan kelas dan murid duduk mendengarkan, para siswa nantinya akan dibagi menjadi beberapa kelompok untuk meningkatkan kemampuan komunikasi. | The Indpendent

 

back to top