Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Nasib Naas Sudaryo, Mencangkul di Sawah...

Nasib Naas Sudaryo, Mencangkul di Sawah...

Pemalang-KoPi| Hujan yang diiringi petir mengguyur Desa Longkeyang, Bodeh, Pemalang Rabu lalu memang tidak terlalu besar, namun kilatan petir menyambar telah merobohkan tiga orang petani. Satu orang tewas dan dua lainnya tengah koma.

Menurut salah seorang adik korban Suhar, kakaknya yang bernama Sudaryo (54) seperti biasanya mencangkul di sawah bersama Samudi (35) dan Rasmani (40).

" Menjelang pukul 13.30 WIB hujan turun semakin lebat, mereka pun berteduh di gubugnya sambil membakar kayu untuk penghangat. Sementara Rasmani tetap mencangkul, selang beberapa menit kemudian terdengar petir menyambar ke arah gubug dimana dua orang petani tersebut Rasmani yang posisinya sedang mencangkul kaget dan menengok keadaan teman-temannya yang sedang berteduh di dalam gubug seketika melihat itu pula histeris melihat rekannya bergelimpang tak berdaya dan selanjutnya berteriak minta tolong warga", terangnya.

Suhar menambahkan, ketika mendengar teriakan Rasmani warga langsung menuju lokasi serta sebagian lagi memberitahukan ke pihak pemerintahan desa. Begitu warga sampai di TKP, gubug di mana mereka berteduh di dapat Sudaryo tergeletak sudah tidak bernyawa dengan luka bakar di lambung kiri serta punggung telapak tangan kiri dalam keadaan gosong, sementara rekannya Samudi tergelak dalam keadaan pingsan.

Salah seorang perangkat Desa Longkeyang, Musoleh membenarkan adanya musibah yang menimpa Warga Desa Longkeyang. "Benar warga kami ada yang kesambar Petir satu orang tewas, satu orang koma dan kritis sekarang sedang dirawat di RS Pekakangan Pekalongan, dan satu orang yang tidak tersambar petir tapi masih di satu lokasi saat kejadian  tersebut yaitu Rasmani kelihatan sangat shock dengan kejadian tersebut," ungkapnya.|Joko Longkeyang|


back to top