Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Nasib Naas Sudaryo, Mencangkul di Sawah...

Nasib Naas Sudaryo, Mencangkul di Sawah...

Pemalang-KoPi| Hujan yang diiringi petir mengguyur Desa Longkeyang, Bodeh, Pemalang Rabu lalu memang tidak terlalu besar, namun kilatan petir menyambar telah merobohkan tiga orang petani. Satu orang tewas dan dua lainnya tengah koma.

Menurut salah seorang adik korban Suhar, kakaknya yang bernama Sudaryo (54) seperti biasanya mencangkul di sawah bersama Samudi (35) dan Rasmani (40).

" Menjelang pukul 13.30 WIB hujan turun semakin lebat, mereka pun berteduh di gubugnya sambil membakar kayu untuk penghangat. Sementara Rasmani tetap mencangkul, selang beberapa menit kemudian terdengar petir menyambar ke arah gubug dimana dua orang petani tersebut Rasmani yang posisinya sedang mencangkul kaget dan menengok keadaan teman-temannya yang sedang berteduh di dalam gubug seketika melihat itu pula histeris melihat rekannya bergelimpang tak berdaya dan selanjutnya berteriak minta tolong warga", terangnya.

Suhar menambahkan, ketika mendengar teriakan Rasmani warga langsung menuju lokasi serta sebagian lagi memberitahukan ke pihak pemerintahan desa. Begitu warga sampai di TKP, gubug di mana mereka berteduh di dapat Sudaryo tergeletak sudah tidak bernyawa dengan luka bakar di lambung kiri serta punggung telapak tangan kiri dalam keadaan gosong, sementara rekannya Samudi tergelak dalam keadaan pingsan.

Salah seorang perangkat Desa Longkeyang, Musoleh membenarkan adanya musibah yang menimpa Warga Desa Longkeyang. "Benar warga kami ada yang kesambar Petir satu orang tewas, satu orang koma dan kritis sekarang sedang dirawat di RS Pekakangan Pekalongan, dan satu orang yang tidak tersambar petir tapi masih di satu lokasi saat kejadian  tersebut yaitu Rasmani kelihatan sangat shock dengan kejadian tersebut," ungkapnya.|Joko Longkeyang|


back to top