Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

NASA  prediksi  2025, kehidupan Alien ditemukan

NASA  prediksi  2025, kehidupan Alien ditemukan

KoPi| Dalam suatu diskusi panel  kepala ilmuwan NASA mengungkapkan kemungkinan kehidupan mahluk asing.

“Saya memprediksi manusia akan memiliki pengetahuan mengenai  kehidupan di luar bumi dalam satu dekade, dan saya kira kita akan mendapatkan bukti yang akurat dalam 20 sampai 30 tahun kedepan,”  Kepala Ilmuwan NASA , Ellen Stofan.

Mantan astronot, Jhon Grunsfeld,  administrator dari  ilmuwan Direktorat Misi NASA, bersama Stofan optimis, prediksi mengeni tanda-tanda kehidupan alien akan ditemukan segera diantara sistem tata surya kita sendiri atau diluarnya.
“Saya pikir kita satgenerasi dari tata surya kita, apakah itu pada bulan yang beku atau di Mars, dan satu generasi  [yang jauh] di sebuah planet di sekitar bintang terdekat”, kata Grunsfeld.

Grunsfeld menegaskan beberapa penemuan terbaru memperlihatkan tata surya yang lebih luas daripada galakasi Bima Sakti. Suatu celah yang besar untuk kehidupan yang baru.
Sebagai contoh, lautan air yaqng terdapat di bawah kerang dingin di bulan-bulan Jupiter, Europa dan Ganymede,  serta yang terdapat di satelit Saturnus, Enceladus. 

Lautan banyak menggenangi planet Mars pada zaman purba. Hal tersebut dibuktikan dari garis-garis gelap musiman pada permukaan planet merah yang disebabkan oleh air asin yang mengalir.

Selanjutnya NASA telah menemukan molekul organik yang mengandung karbon dan nitrogen tetap pada permukaan Mars.   
Direktur NASA Puail Hertz dari Divisi Astrofisika mengatakan bahan dasar yang diperlukan untuk kehidupan seperti di Bumi. Pengamatan lebih jauh dengan teleskop Kepler, memperlihatkan hampir setiap bintang di langit berdekatan dengan planet panas.

Kita dapat melihat air di awan antara bintang yang mana system planet dan system bintang dibentuk. Kita dapat melihat air di bagian puing-puing yang akan menjadi system planet di sekitar bintang lainnya, dan kami bahkan dapat melihat komet berhamburan di sistem tata surya lain, seperti gas bintang ketika menguap.”

Mencari  kehidupan  mahluk  asing lebih sulit dibandingkan mengidentifikasi lingkungan yang dapat dihuni. Tetapi, para ilmuwan terus bekerja keras untuk mencapai tujuan itu, kata Stofan.

NASA merencanakan untuk meluncurkan roket ke Europa, bulan Jupiter pada tahun 2022. Tujuan utamanya dari dana yang telah dihabiskan $2.1 milyar ini, untuk menumpahkan cahaya pada bulan beku tersebut dan mencari tanda-tanda kehidupan asing: Badan yang berwenang mempertimbangkan cara tersebut sebagai studi gumpalan uap air yang tampak meletus dari daerah kutub selatan Europan.

Dalam orbit planet luar, lembaga luar angkasa James Webb Space Telescope (JWST), Sebuah rangkaian yang menelan dana $8.8 miliyar yang dijadwalakan dimulai tahun 208, akan mencakup keluar atmosfer planet asing terdekat dari Bumi, mencari planet-palnet yang kemungkinan terdapan kehidupan mahluk asing.|foxnews.com|Fitrahtun Nisa|

back to top