Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

NASA  prediksi  2025, kehidupan Alien ditemukan

NASA  prediksi  2025, kehidupan Alien ditemukan

KoPi| Dalam suatu diskusi panel  kepala ilmuwan NASA mengungkapkan kemungkinan kehidupan mahluk asing.

“Saya memprediksi manusia akan memiliki pengetahuan mengenai  kehidupan di luar bumi dalam satu dekade, dan saya kira kita akan mendapatkan bukti yang akurat dalam 20 sampai 30 tahun kedepan,”  Kepala Ilmuwan NASA , Ellen Stofan.

Mantan astronot, Jhon Grunsfeld,  administrator dari  ilmuwan Direktorat Misi NASA, bersama Stofan optimis, prediksi mengeni tanda-tanda kehidupan alien akan ditemukan segera diantara sistem tata surya kita sendiri atau diluarnya.
“Saya pikir kita satgenerasi dari tata surya kita, apakah itu pada bulan yang beku atau di Mars, dan satu generasi  [yang jauh] di sebuah planet di sekitar bintang terdekat”, kata Grunsfeld.

Grunsfeld menegaskan beberapa penemuan terbaru memperlihatkan tata surya yang lebih luas daripada galakasi Bima Sakti. Suatu celah yang besar untuk kehidupan yang baru.
Sebagai contoh, lautan air yaqng terdapat di bawah kerang dingin di bulan-bulan Jupiter, Europa dan Ganymede,  serta yang terdapat di satelit Saturnus, Enceladus. 

Lautan banyak menggenangi planet Mars pada zaman purba. Hal tersebut dibuktikan dari garis-garis gelap musiman pada permukaan planet merah yang disebabkan oleh air asin yang mengalir.

Selanjutnya NASA telah menemukan molekul organik yang mengandung karbon dan nitrogen tetap pada permukaan Mars.   
Direktur NASA Puail Hertz dari Divisi Astrofisika mengatakan bahan dasar yang diperlukan untuk kehidupan seperti di Bumi. Pengamatan lebih jauh dengan teleskop Kepler, memperlihatkan hampir setiap bintang di langit berdekatan dengan planet panas.

Kita dapat melihat air di awan antara bintang yang mana system planet dan system bintang dibentuk. Kita dapat melihat air di bagian puing-puing yang akan menjadi system planet di sekitar bintang lainnya, dan kami bahkan dapat melihat komet berhamburan di sistem tata surya lain, seperti gas bintang ketika menguap.”

Mencari  kehidupan  mahluk  asing lebih sulit dibandingkan mengidentifikasi lingkungan yang dapat dihuni. Tetapi, para ilmuwan terus bekerja keras untuk mencapai tujuan itu, kata Stofan.

NASA merencanakan untuk meluncurkan roket ke Europa, bulan Jupiter pada tahun 2022. Tujuan utamanya dari dana yang telah dihabiskan $2.1 milyar ini, untuk menumpahkan cahaya pada bulan beku tersebut dan mencari tanda-tanda kehidupan asing: Badan yang berwenang mempertimbangkan cara tersebut sebagai studi gumpalan uap air yang tampak meletus dari daerah kutub selatan Europan.

Dalam orbit planet luar, lembaga luar angkasa James Webb Space Telescope (JWST), Sebuah rangkaian yang menelan dana $8.8 miliyar yang dijadwalakan dimulai tahun 208, akan mencakup keluar atmosfer planet asing terdekat dari Bumi, mencari planet-palnet yang kemungkinan terdapan kehidupan mahluk asing.|foxnews.com|Fitrahtun Nisa|

back to top