Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

NASA ciptakan alat canggih analisis El Nino

NASA ciptakan alat canggih analisis El Nino

Los Angeles-KoPi| Badan Antariksa Amerika Serikat NASA telah menemukan alat untuk mengamati peristiwa El Nino dengan lebih baik. Pengamatan ini dilakukan di luar angkasa.

Pengamatan satelit dilengkapi dengan kekuatan pemrosesan super komputer untuk sistem pemodelannya. Para ilmuwan meyakini rangkaian lengkap alat ini mampu menganalisis El Nino dan dampak global lebih baik daripada sebelumnya.

“Tahun ini El Nino kemungkinan akan sama dengan 1997-1998,” kata perwakilan NASA.

El Nino merupakan fenomena menarik karena memiliki luas dan beragam dampak yang terjadi di belahan dunia. Fakta ada kaitan kebakaran di Indonesia terkait dengan pola sirkulasi yang mempengaruhi curah hujan di atas Amerika Serikat. Hal ini menunjukkan dampak El Nino begitu kompleks dan saling berhubungan dengan sistem Bumi," kata Lesley Ott.

Selama El Nino tahun 1997-1998, permukaan air laut turun kaki hingga (30 cm) di wilayah Pasifik barat dan menyebabkan mahluk hidup seperti terumbu karang kering. Tahun ini El Nino telah menyebabkan permukaan laut juga menurunkan permukaan air laut sebesar tujuh inci (18 cm) di barat Samudera Pasifik tropis.

El Nino adalah fenomena alam yang terjadi setiap 2-7 tahun. Berlangsung antara enam dan 18 bulan. Hal ini menyebabkan pemanasan di perairan permukaan bagian timur ekuator Samudera Pasifik.

Kondisi hangat ini mempengaruhi lingkungan air lokal, tetapi juga memacu pola cuaca ekstrim di seluruh dunia, dari banjir di California hingga kekeringan di Australia.
| xinhuanet.com|Winda Efanur FS|

back to top