Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

NASA berencana membom asteroid dengan nuklir

NASA berencana membom asteroid dengan nuklir
KoPi | Kisah dalam film 'Armageddon' sepertinya akan benar-benar terjadi. Badan antariksa Amerika (NASA) dilaporkan telah bekerja sama dengan National Nuclear Security Administration untuk merancang sistem pertahanan planet bumi. 
 

Sistem tersebut dirancang untuk menangkis asteroid kiamat (doomsday asteroid) yang menuju bumi, sehingga asteroid tersebut tidak akan menabrak bumi.

Pengumuman yang dikeluarkan NASA pada minggu lalu tersebut mendahului peringatan Hari Asteroid pertama. NASA telah menetapkan tanggal 30 Juni sebagai Hari Asteroid, sebagai upaya untuk meningkatkan kewaspadaan pada ancaman obyek luar angkasa seperti asteroid. NASA berharap pemerintah Amerika mau menyiapkan rencana khusus untuk mendeteksi dan melacak bahaya tersebut.

Tanggal 30 Juni juga merupakan tanggal ketika sebuah asteroid jatuh di Siberia dan menghancurkan hutan seluas 1287 km per segi. Selain itu, sebuah meteor yang jatuh di Rusia dan menghasilkan ledakan setara 500 kiloton dinamit pada tahun 2013 juga mengingatkan kembali akan bahaya batuan luar angkasa.

"Ada ribuan batuan luar angkasa yang mengorbit antara Mars dan Jupiter. Beberapa dari mereka memiliki orbit yang sangat dekat dengan Bumi dan bersinggungan dengan orbit putaran Bumi terhadap matahari," ungkap Neil deGrasse Tyson, direktur Hayden Planetarium.

Meski demikian, NASA mengakui menghadapi ancaman tersebut tidak sekedar mengarahkan senjata nuklir ke asteroid yang mendekat.

Pada 2013, peneliti di Asteroid Deflection Research Center mencetuskan rencana untuk menggunakan dua per tiga bagian pesawat luar angkasa untuk melubangi asteroid. Lubang itu kemudian akan diisi nuklir lalu diledakkan. Bong Wie, direktur Asteroid Deflection Research Center mengatakan 99 persen pecahan akan meleset dari Bumi. Sisanya akan terbakar di atmosfer. 

Namun NASA mengatakan pecahan-pecahan kecil tersebut masih menyimpan bahaya. NASA berpikir lebih baik menangkis asteroid daripada menghancurkannya.

"Triknya adalah menyentil asteroid tersebut dari jalurnya," ungkap NASA dalam situs Near Earth Objects.

Meledakkan nuklir di permukaan asteroid akan sedikit mengubah kecepatannya, namun tidak menghancurkannya. NASA mengatakan trik itu tidak seperti yang digambarkan di film Holywood, tapi justru paling efektif.

"Meski hanya melambatkan beberapa milimeter per detik, perubahan kecepatan yang sangat sederhana dalam gerak asteroid selama beberapa tahun dapat membuat asteroid meleset melewati Bumi," ungkap NASA.

Jika NASA benar-benar mampu melakukannya, umat manusia tidak akan mengalami nasib serupa dengan dinosaurus. | Huffington Post

back to top