Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Musim semi di Mars

Musim semi di Mars

KoPi,Selama ini Mars dikenal sebagai Planet Merah. Tetapi, ketika musim semi terjadi di Mars, planet ini terlihat sangat berbeda.

Telah diyakini bahwa pada sekitar 3.5 milyar tahun yang lalu Mars memiliki iklim yang sama dengan Bumi. Tetapi, ternyata kini di Mars tak ada lagi bunga yang bersemi dan hewan yang berlarian di padang rumput. Gambar yang diberikan oleh NASA menunjukkan bahwa banyak bukit pasir di kawasan Mars bagian utara mulai timbul dari musim dingin yang mencapai -125C.


Bagian putih yang menutupi permukaan Mars membuat batuan merah menjadi tak nampak dan lebih terlihat seperti tempat ski atau kreasi Heston Blumenthal yang berkabut.


Pihak NASA menjelaskan:”Bagian puncak bukit pasir yang teduh, curam dan tak diselimuti es itu membuat pasir luruh ke bagian bawah bukit. Bagian percikan-percikan berwarna gelap yang menunjukkan tempat dimana es mulai pecah di awal musim semi itu juga meluruhkan pasir. Dengan begitu, bukit-bukit pasir itu akan segera kosong dan semua tanda-tanda aktivitas musim seni akan berlalu.”


Layaknya Bumi, Mars memiliki empat musim akan tetapi dengan waktu yang lebih lama (sekitar 7 bulan) karena perbedaan jarak dari matahari dan pola orbit Mars yang berbentuk elliptis.

 


(Ana Puspita Sari)
Sumber: News.com.au

back to top