Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Musim semi di Mars

Musim semi di Mars

KoPi,Selama ini Mars dikenal sebagai Planet Merah. Tetapi, ketika musim semi terjadi di Mars, planet ini terlihat sangat berbeda.

Telah diyakini bahwa pada sekitar 3.5 milyar tahun yang lalu Mars memiliki iklim yang sama dengan Bumi. Tetapi, ternyata kini di Mars tak ada lagi bunga yang bersemi dan hewan yang berlarian di padang rumput. Gambar yang diberikan oleh NASA menunjukkan bahwa banyak bukit pasir di kawasan Mars bagian utara mulai timbul dari musim dingin yang mencapai -125C.


Bagian putih yang menutupi permukaan Mars membuat batuan merah menjadi tak nampak dan lebih terlihat seperti tempat ski atau kreasi Heston Blumenthal yang berkabut.


Pihak NASA menjelaskan:”Bagian puncak bukit pasir yang teduh, curam dan tak diselimuti es itu membuat pasir luruh ke bagian bawah bukit. Bagian percikan-percikan berwarna gelap yang menunjukkan tempat dimana es mulai pecah di awal musim semi itu juga meluruhkan pasir. Dengan begitu, bukit-bukit pasir itu akan segera kosong dan semua tanda-tanda aktivitas musim seni akan berlalu.”


Layaknya Bumi, Mars memiliki empat musim akan tetapi dengan waktu yang lebih lama (sekitar 7 bulan) karena perbedaan jarak dari matahari dan pola orbit Mars yang berbentuk elliptis.

 


(Ana Puspita Sari)
Sumber: News.com.au

back to top