Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Musim hujan, warga pinggir kali Code siaga banjir

Musim hujan, warga pinggir kali Code siaga banjir

Jogjakarta-KoPi| Meningkatnya volume banjir selama sepekan ini membuat sejumlah warga merasa khawatir. Keresahan sangat dirasakan warga di kawasan pinggiran Sungai Code. Pasalnya setahun yang lalu mereka terkena banjir dari luapan sungai Code.

Salah satu warga Surokarsan, Wirogunan, Mergangsan, Sugiharyanto mengatakan warga telah mengantisipasi datangnya banjir. Pejabat kelurahan setempat meminta warga waspada dengan banjir yang mendadak. Antisipasi yang lain, warga menjalin kerjasama dengan para relawan, dan membuat radio komunitas untuk menyebarluaskan informasi bencana banjir.

"Kita ada KTB yaitu Kampung Tanggap Bencana yang dibantu relawan, kita juga ada radio komunitas, berfungsi menyebarkan informasi bencana yang disampaikan ke kelurahan," papar Sugiharyanto saat ditemui di Kelurahan Wirogunan pada Jumat, 12 Februari 2016.

Pada tahun 2015 lalu, warga di pinggiran sungai Code terkena banjir. Kampung Bintan, Surokarsan di Kecamatan Mergangsan. Banjir di Kampung Surokarsan tidak terlalu berbahaya karena pemukiman warga berada di atas serta terdapat tanggul penahan banjir.

Namun air bah sempat menggenangi kampung Bintan, ketinggian air mencapai 50-70 cm. "Yang parah kampung di bawah, Bintan itu sampai masuk rumah tingginya sekitar 50-70 cm. Waktu itu ya sempat mengungsi," jelas Sugiharyanto.

 

|Winda Efanur FS|

back to top