Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Musim hujan, warga pinggir kali Code siaga banjir

Musim hujan, warga pinggir kali Code siaga banjir

Jogjakarta-KoPi| Meningkatnya volume banjir selama sepekan ini membuat sejumlah warga merasa khawatir. Keresahan sangat dirasakan warga di kawasan pinggiran Sungai Code. Pasalnya setahun yang lalu mereka terkena banjir dari luapan sungai Code.

Salah satu warga Surokarsan, Wirogunan, Mergangsan, Sugiharyanto mengatakan warga telah mengantisipasi datangnya banjir. Pejabat kelurahan setempat meminta warga waspada dengan banjir yang mendadak. Antisipasi yang lain, warga menjalin kerjasama dengan para relawan, dan membuat radio komunitas untuk menyebarluaskan informasi bencana banjir.

"Kita ada KTB yaitu Kampung Tanggap Bencana yang dibantu relawan, kita juga ada radio komunitas, berfungsi menyebarkan informasi bencana yang disampaikan ke kelurahan," papar Sugiharyanto saat ditemui di Kelurahan Wirogunan pada Jumat, 12 Februari 2016.

Pada tahun 2015 lalu, warga di pinggiran sungai Code terkena banjir. Kampung Bintan, Surokarsan di Kecamatan Mergangsan. Banjir di Kampung Surokarsan tidak terlalu berbahaya karena pemukiman warga berada di atas serta terdapat tanggul penahan banjir.

Namun air bah sempat menggenangi kampung Bintan, ketinggian air mencapai 50-70 cm. "Yang parah kampung di bawah, Bintan itu sampai masuk rumah tingginya sekitar 50-70 cm. Waktu itu ya sempat mengungsi," jelas Sugiharyanto.

 

|Winda Efanur FS|

back to top