Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Musim hujan, virus mutasi mengancam

Musim hujan, virus mutasi mengancam
Surabaya – KoPi|Musim penghujan biasanya merupakan musim yang harus diwaspadai. Berbagai penyakit sering menyertai datangnya musim hujan. Mulai dari influenza, demam berdarah, hingga leptospirosis. Hal itu diperparah dengan semakin cepatnya kuman dan virus yang bermutasi.
 

Guru Besar Bidang Patologi Veteriner Institut Pertanian Bogor Prof. Dr. Bambang Pontjo, drh., mengatakan, saat ini ancaman mutasi virus sudah semakin nyata. Bahkan peneliti menemukan varian baru virus demam berdarah dengue (DBD). 

“Banyak sekali virus yang kini telah bermutasi. Perubahan perilaku penyakit semacam ini tentu menyulitkan kami para peneliti untuk membuat penangkalnya,” ucapnya ketika mengisi kulaih tamu di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (21/12). Mutasi virus semacam ini selalu membuat obat dan vaksin yang telah ada tidak lagi efektif dalam menangkal penyakit-penyakit tertentu.

Bambang mencontohkan virus yang memiliki kecepatan mutasi yang luar biasa seperti virus flu burung. Masyarakat masih banyak mengira virus flu burung varian H5N1 sudah ditemukan vaksinnya. Namun, baru-baru di Vietnam telah ditemukan virus flu burung varian H5N8.

“Kecepatan virus bermutasi membuat para ilmuwan kesulitan mengejar laju mutasi virus dan penyakit,” tutur Bambang. Padahal, penemuan vaksin dan obat tidak mungkin selesai dalam waktu satu malam saja. Ketika peneliti secara intensif mencari penangkalnya, bisa jadi virus sudah bermutasi.

Satu hal yang bisa memunculkan harapan pada mutasi virus semacam ini ialah adanya kemungkinan menghilangnya sifat patogen dari virus. Bambang mengatakan jika virus terus menerus bermutasi, ada kemungkinan suatu saat sifatnya melemah dan tidak lagi berbahaya. Namun, untuk mencapai titik tersebut butuh waktu yang berpuluh-puluh tahun.

 

back to top