Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Museum Kota Surabaya; museum baru, rasa lama

Museum Kota Surabaya; museum baru, rasa lama
Surabaya - KoPi | Surabaya punya museum baru. Museum Kota Surabaya namanya, yang menampilkan sejarah perkembangan Kota Surabaya dari masa ke masa. Museum yang menempati gedung cagar budaya ini diharapkan dapat menambah wawasan warga Surabaya mengenai sejarah kota mereka.
 

Namun di balik kemegahan museum tersebut, ada awan gelap yang menggelayut masa depan. Selama ini museum di Indonesia selalu sepi pengunjung. Karena, meskipun museum baru dibuka, tentu yang dipajang tetap saja barang-barang lama. Harus ada trik bagaimana barang lama tersebut selalu dekat dengan kekinian.

Seperti layaknya museum lain, Museum Kota Surabaya memajang berbagai benda bersejarah yang berhubungan dengan perkembangan kota. Mulai catatan dan arsip pemerintah, barang-barang peninggalan Belanda, transportasi, hingga kondisi Surabaya masa kini. 

Namun, meskipun gedung dan tema yang ditawarkan baru, tidak ada pendekatan yang baru untuk merangsang pengunjung mendalami sejarah Kota Surabaya. Penjaga museum kebanyakan petugas Satpol PP, karena memang gedung museum juga akan diperuntukkan sebagai kantor pemerintah.

Hingga saat ini, antusiasme warga Surabaya yang mengunjungi museum Sejarah Kota Surabaya diacungi jempol. Mungkin karena masih baru, museum ini masih terus didatangi pengunjung.

Namun kebanyakan dari mereka lebih tertarik untuk berfoto atau selfie di antara berbagai macam benda kuno yang dipajang. Tak banyak yang mempelajari cerita sejarah yang ada di balik benda-benda tersebut. Tak terlihat juga keberadaan guide yang menjelaskan mengenai sejarah perjalanan Kota Surabaya. 

Pengkategorian barang-barang bersejarah lebih pada tema setiap barang, misalnya peralatan lama pemadam kebakaran, transportasi kuno, dan keramik peninggalan societete Belanda. Tak ada alur yang menceritakan bagaimana perkembangan SUrabaya dari masa ke masa. 

Jika pengelolaan museum masih berorientasi pada pendokumentasian benda-benda bersejarah saja, sampai berapa lama pengunjung akan tertarik mendatangi museum ini, ketika kekinian dan efek happening-nya sudah pudar? 

Mungkin akan ada banyak koleksi baru, namun pengunjung yang sudah pernah datang dan ber-selfie di antara koleksi merasa sudah cukup melihat benda-benda lama tersebut. Tanpa sesuatu yang menarik mereka untuk kembali mengunjungi museum untuk kedua, ketiga, atau keempat kalinya, bisa dibayangkan nasib museum Kota Surabaya akan sama dengan museum-museum lain.

Hal tersebut diamini pakar sejarah perkembangan Kota Surabaya Purnawan Basundoro. Menurutnya, museum harus kreatif untuk menarik minat pengunjung. Jangan sampai museum hanya menjadi gudang barang-barang lama.

"Kalau yang dipajang hanya foto dan barang-barang lama tentu pengunjung akan cepat bosan. Tim kreatif museum Kota Surabaya harus bisa mendesain tempat yang terbatas itu sekreatif mungkin," ujarnya.

back to top