Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Mundur dari Presiden FIFA, Sepp Blatter merasa bebas

Joseph 'Sepp' Blatter. (Getty Images) Joseph 'Sepp' Blatter. (Getty Images)
KoPi | Sepp Blatter mengatakan rasanya "bebas" setelah mundur sebagai presiden FIFA dan menegaskan bahwa tidak ada kemungkinan baginya untuk bertanggung jawab atas FIFA. Blatter memenangkan pemilihan presiden FIFA untuk kelima kalinya pada Mei (29/5) lalu, menurut laporan Goal (28/6).

Namun ia mengumumkan untuk mengundurkan diri dari jabatannya empat hari kemudian (2/6). Keputusannya itu diduga dilatarbelakangi oleh desakan dari berbagai pihak karena otoritas tertinggi sepak bola dunia itu tengah diselimuti skandal yang melibatkan beberapa pejabat teras FIFA dan didakwa atas tuduhan pemerasan, konspirasi dan korupsi.

“Saya tidak mengundurkan diri, saya menyerahkan mandat saya di kongres luar biasa,” kata pria 79 tahun tersebut.

“Saya tidak calon, tapi presiden terpilih,” sambung Blatter pada Walliser Bote. “Saya ingin menyerahkan FIFA dalam kondisi yang baik.”

"Keputusan untuk pergi pasti membebaskan (saya). Untuk FIFA dan untuk diri saya sendiri. Saya masih presiden dan sepenuhnya mampu bekerja. FIFA dan sepak bola telah menjadi bagian terpenting dari hidup saya selama 40 tahun. Jadi saya akan menggunakan semua kekuatan dan inspirasi saya hingga hari kerja terakhir saya untuk mengarahkan kapal kembali ke pelabuhan,” imbuhnya.

Pria asal Swiss ini juga telah mengakui bahwa tekanan dari sponsor sangat mempengaruhi keputusannya itu.

“Meninggalkan FIFA adalah satu-satunya cara untuk menghindar dari tekanan dari FIFA dan karyawan saya, termasuk tekanan dari sponsor,” pungkas Blatter.

Beberapa hari yang lalu sempat ada berita yang berhembus bahwa Blatter akan batal mundur lantaran masih punya dukungan dari Asia dan Afrika. Namun kabar tersebut sudah dipatahkan oleh pernyataan Blatter kali ini.

Blatter sampai sekarang masih berstatus sebagai presiden FIFA sampai terpilihnya presiden baru untuk menggantikannya.

Komite Eksekutif rencananya akan mengadakan pertemuan untuk membicarakan pemilihan presiden FIFA baru sebagai suksesor Blatter pada 20 Juli nanti. | Aditya Wicaksana WP

back to top