Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Muhammadiyah desak pemerintah serius tangani bencana asap

Muhammadiyah desak pemerintah serius tangani bencana asap

Jogjakarta-KoPi| Muhammadiyah mendesak pemerintah agar serius menangani asap yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan. Ketua Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah, Prof Dr Ir Muhjidin Mawardi MEng memandang pemerintah saat ini seolah putus asa bila mengandalkan penanganan asap pada hujan.

"Pemerintah hampir give up, bilang upaya sudah dilakukan tinggal doa Hujan segera diturunkan. Nunggu hujan itu pesimis, patah semangat," papar Prof Dr Ir Muhjidin saat konferensi pers di kantor PP Muhammadiyah Jl. Cik Di Tiro pukul 10.15 Wib.

Selain itu Muhammadiyah mengkritisi upaya pemadaman kebakaran hutan yang dilakukan pemerintah masih sangat terbatas, hanya berkutat pada pengendalian kebakaran secara konvensional.

Untuk memadamkan kebakaran di lahan gambut dengan cara membuat kanal-kanal untuk membasahi lahan gambut tidak akan berhasil memadamkan api, justru akan memperparah potensi kebakaran gambut.

"Sebab kanal yang dibuat tidak terisi oleh air karena elevasi muka air lebih rendah daripada elevasi muka air tanah kecuali untuk daerah dekat dengan sungai," tambah Prof Dr Ir Muhjidin.

Sementara dalam konteks pemberdayaan masyarakat korban asap lembaga Muhammadiyah telah mematangkan program kesejahteraan. Program ini bentuk kerjasama dengan LazisMU. Pematangan program ini akan dirapatkan lebih lanjut di Jakarta pada Kamis depan.

"Kami koordinasi dengan LazisMU akan berjamaah melawan asap. Dengan rencana mendirikan sekolah anak asap, advokasi asap, pusat kajian asap, dan pelayanan kesehatan, di daerah Sumatera dan Kalimantan," kata Sekretaris Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah, Gatot Supangat.|Winda Efanur FS|

back to top