Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Muhammad Hanif Dzakiri: Indonesia sangat siap hadapi Masyarakat Ekonomi Asean

Muhammad Hanif Dzakiri: Indonesia sangat siap hadapi Masyarakat Ekonomi Asean

Jogjakarta-KoPi| Dalam waktu kurang dari empat bulan Indonesia akan menghadapi pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

Dengan terbukanya pasar bebas, MEA 2015 telah memberi peluang produk maupun tenaga kerja luar negeri membanjiri Indonesia. Sebagian kalangan masyarakat khawatir MEA akan memperburuk perekonomian Indonesia.

Namun kekhawatiran masyarakat disanggah oleh Menteri Ketenagakerjaan, Muhammad Hanif Dzakiri. Menurut Hanif, Indonesia sangat siap menghadapi MEA 2015. Tentu dengan tantangan menggali potensi dan skill sumber daya manusia yang ada.

"Memasuki MEA 2015, kita siap namun ada PR yang menjadi tantangan kita tentang peningkatan sumberdaya manusia".

"Dilandasi dengan semangat kerja untuk kejayaan Indonesia," jelas Hanif seusai diskusi Strategi Pendidikan Teknologi dan Vokasional Merespon Perkembangan Industri dan Ketenagakerjaan di era MEA 2015 di Fakultas Teknik UNY pukul 11.10 WIB.

Hanif menambahkan Kementrian Ketenagakerjaan telah menerapkan tiga kebijakan dasar menghadapi MEA 2015. Ketiga strategi ini meliputi percepatan peningkatan kompetensi tenaga kerja Indonesia, sertifikasi profesi dan mudahnya tenaga kerja asing.

Sementara untuk transfer tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia harus melalui ketentuan alih teknologi. Alih teknologi ini mengharuskan tenaga kerja asing mampu berbahasa Indonesia.

"Ini bukan menjadi syarat tapi ini kewajiban tenaga kerja dengan alih teknologi mereka bisa berbahasa Indonesia itu otomatis, imbuh Hanif Dzakiri. |Winda Efanur FS|

back to top