Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Muhammad Hanif Dzakiri: Indonesia sangat siap hadapi Masyarakat Ekonomi Asean

Muhammad Hanif Dzakiri: Indonesia sangat siap hadapi Masyarakat Ekonomi Asean

Jogjakarta-KoPi| Dalam waktu kurang dari empat bulan Indonesia akan menghadapi pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

Dengan terbukanya pasar bebas, MEA 2015 telah memberi peluang produk maupun tenaga kerja luar negeri membanjiri Indonesia. Sebagian kalangan masyarakat khawatir MEA akan memperburuk perekonomian Indonesia.

Namun kekhawatiran masyarakat disanggah oleh Menteri Ketenagakerjaan, Muhammad Hanif Dzakiri. Menurut Hanif, Indonesia sangat siap menghadapi MEA 2015. Tentu dengan tantangan menggali potensi dan skill sumber daya manusia yang ada.

"Memasuki MEA 2015, kita siap namun ada PR yang menjadi tantangan kita tentang peningkatan sumberdaya manusia".

"Dilandasi dengan semangat kerja untuk kejayaan Indonesia," jelas Hanif seusai diskusi Strategi Pendidikan Teknologi dan Vokasional Merespon Perkembangan Industri dan Ketenagakerjaan di era MEA 2015 di Fakultas Teknik UNY pukul 11.10 WIB.

Hanif menambahkan Kementrian Ketenagakerjaan telah menerapkan tiga kebijakan dasar menghadapi MEA 2015. Ketiga strategi ini meliputi percepatan peningkatan kompetensi tenaga kerja Indonesia, sertifikasi profesi dan mudahnya tenaga kerja asing.

Sementara untuk transfer tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia harus melalui ketentuan alih teknologi. Alih teknologi ini mengharuskan tenaga kerja asing mampu berbahasa Indonesia.

"Ini bukan menjadi syarat tapi ini kewajiban tenaga kerja dengan alih teknologi mereka bisa berbahasa Indonesia itu otomatis, imbuh Hanif Dzakiri. |Winda Efanur FS|

back to top