Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Muhammad Hanif Dzakiri: Indonesia sangat siap hadapi Masyarakat Ekonomi Asean

Muhammad Hanif Dzakiri: Indonesia sangat siap hadapi Masyarakat Ekonomi Asean

Jogjakarta-KoPi| Dalam waktu kurang dari empat bulan Indonesia akan menghadapi pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

Dengan terbukanya pasar bebas, MEA 2015 telah memberi peluang produk maupun tenaga kerja luar negeri membanjiri Indonesia. Sebagian kalangan masyarakat khawatir MEA akan memperburuk perekonomian Indonesia.

Namun kekhawatiran masyarakat disanggah oleh Menteri Ketenagakerjaan, Muhammad Hanif Dzakiri. Menurut Hanif, Indonesia sangat siap menghadapi MEA 2015. Tentu dengan tantangan menggali potensi dan skill sumber daya manusia yang ada.

"Memasuki MEA 2015, kita siap namun ada PR yang menjadi tantangan kita tentang peningkatan sumberdaya manusia".

"Dilandasi dengan semangat kerja untuk kejayaan Indonesia," jelas Hanif seusai diskusi Strategi Pendidikan Teknologi dan Vokasional Merespon Perkembangan Industri dan Ketenagakerjaan di era MEA 2015 di Fakultas Teknik UNY pukul 11.10 WIB.

Hanif menambahkan Kementrian Ketenagakerjaan telah menerapkan tiga kebijakan dasar menghadapi MEA 2015. Ketiga strategi ini meliputi percepatan peningkatan kompetensi tenaga kerja Indonesia, sertifikasi profesi dan mudahnya tenaga kerja asing.

Sementara untuk transfer tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia harus melalui ketentuan alih teknologi. Alih teknologi ini mengharuskan tenaga kerja asing mampu berbahasa Indonesia.

"Ini bukan menjadi syarat tapi ini kewajiban tenaga kerja dengan alih teknologi mereka bisa berbahasa Indonesia itu otomatis, imbuh Hanif Dzakiri. |Winda Efanur FS|

back to top