Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Mudrik Sangidu menyebut Jokowi memecah belah PPP

sumber foto KoPi/frendayentin sumber foto KoPi/frendayentin

Jogja-KoPi| Mudrik Sangidu, anggota Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PPP Muktamar Jakarta, menyebut Jokowi memecah belah, merusak dan menghancurkan PPP, saat aksi menolak kedua pimpinan PPP Romi dan Djan di Titik Nol Km, Yogyakarta, Jumat (7/4).

Menurutnya PPP rusak dan hancur karena tingkah laku Jokowi yang tidak memiliki jiwa negarawan.

“PPP rusak, PPP dihancurkan karena tingkah laku dari jokowi yang tidak punya jiwa negarawan. PPP bubar, mati saja, habs ini PKS”, jelasnya

Selain itu ia juga menjelaskan bahwa saat ini, umat Islam diinjak-injak dan disepelakan oleh pemerintah. “Ini umat Islam diinjak-injak disepelekan, dituduh makar, ini sudah keterlauan, orientasi politiknya pada Cina, komunis, agama dipisahkan”, tambahnya.

Di sisi lain, Negara Indonesia menurutnya juga sudah rusak. Pemerintah ikut andil dalam merusak, memecah belah dan mengadu domba PPP dan umat islam. Beberapa ulama ditangkap dan para aktivis dituduh makar.

Untuk itu ia mengajak para anggota PPP untuk melakukan revolusi sosial, tidak hanya untuk perubahan PPP tapi juga Indonesia. Sehingga kesengajaan untuk memecah belah, menjilat kekuasaan dan sikap pemerintah untuk melindungi para koruptor dapat dihapuskan.

“Perlu direvolusi sosial bukan hanya untuk perubahan PPP tapi Indonesia karena pemerintah melindungi para koruptor, dan saya berharap PPP DIY dapat menjadi awal dari revolusi ini”, jelas Mudrik.

back to top