Menu
Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

Prev Next

Mudrik Sangidu menyebut Jokowi memecah belah PPP

sumber foto KoPi/frendayentin sumber foto KoPi/frendayentin

Jogja-KoPi| Mudrik Sangidu, anggota Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PPP Muktamar Jakarta, menyebut Jokowi memecah belah, merusak dan menghancurkan PPP, saat aksi menolak kedua pimpinan PPP Romi dan Djan di Titik Nol Km, Yogyakarta, Jumat (7/4).

Menurutnya PPP rusak dan hancur karena tingkah laku Jokowi yang tidak memiliki jiwa negarawan.

“PPP rusak, PPP dihancurkan karena tingkah laku dari jokowi yang tidak punya jiwa negarawan. PPP bubar, mati saja, habs ini PKS”, jelasnya

Selain itu ia juga menjelaskan bahwa saat ini, umat Islam diinjak-injak dan disepelakan oleh pemerintah. “Ini umat Islam diinjak-injak disepelekan, dituduh makar, ini sudah keterlauan, orientasi politiknya pada Cina, komunis, agama dipisahkan”, tambahnya.

Di sisi lain, Negara Indonesia menurutnya juga sudah rusak. Pemerintah ikut andil dalam merusak, memecah belah dan mengadu domba PPP dan umat islam. Beberapa ulama ditangkap dan para aktivis dituduh makar.

Untuk itu ia mengajak para anggota PPP untuk melakukan revolusi sosial, tidak hanya untuk perubahan PPP tapi juga Indonesia. Sehingga kesengajaan untuk memecah belah, menjilat kekuasaan dan sikap pemerintah untuk melindungi para koruptor dapat dihapuskan.

“Perlu direvolusi sosial bukan hanya untuk perubahan PPP tapi Indonesia karena pemerintah melindungi para koruptor, dan saya berharap PPP DIY dapat menjadi awal dari revolusi ini”, jelas Mudrik.

back to top