Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Mudik Ramah Anak, antisipasi kelalaian pemudik

Image from ridetua.com Image from ridetua.com
Jakarta - koPi | Mudik saat hari raya memang menjadi budaya bagi masyarakat Indonesia. Sehingga libur nasional tersebut dijadikan moment untuk kembali ke kampung halaman masing-masing. Untuk menghindari tiingginya kecelakaan saat mudik, ini yang dilakukan para sekumpulan pendongeng.

Gerakan Para Pendongeng untuk Kemanusiaan (GePPuK) melakukan kampanye Mudik Ramah Anak (MRA) 2015 di terminal dan stasiun. Hal ini dilakukan untuk mengatisipasi adanya kelalaian orang tua saat mudik dan membawa anak.

Ketua Pelaksana MRA GePPuK, Dana Sriwijayanto mengatakan kepada KoPi Kamis (9/7) “MRA bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar memperhatikan keamanan dan kenyamanan keluaga, terutama anak, saat mudik”

Kampanye yang dilakukan GePPuK adalah dengan membuat Jingel utuk didengarkan anak selama perjalanan. Juga tim GePPuK akan membagikan serupa brosur dan sticker untuk memperingati pemudik agar lebih memperhatikan anak.

Apalagi dengan pemudik yang menggunakan sepedah motor. Meskipun telah dihimbau oleh pihak kepolisian untuk tidak membawa anak saat mudik dengan sepeda motor, tetap saja masih banyak pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua tersebut.

Dalam banyak kasus, menurut Danang, anak menjadi korban kecelakaan atas kurangnya waspada orang tua. “Hal itu akan menimbulkan kecacatan pada anak atau bahkan menjadikan mereka yatim piatu,” ujarnya.

Danang dan kawan GePPuK menyuarakan kepada pemudik untuk mendongengi anak saat dalam perjalanan mudik. Apalagi jika perjalanan jauh dan anak kerap cepat bosan lalu menangis.

Orang tua bisa mendongengi anak mengenai kebudayaan daerah yang mereka singgahi. Selain akan menggugurkan rasa bosan anak, hal tersebut dapat memebri wawasan luas dan menanamkan cintanya kepada kampung mereka. | Labibah

back to top