Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Mudik Ramah Anak, antisipasi kelalaian pemudik

Image from ridetua.com Image from ridetua.com
Jakarta - koPi | Mudik saat hari raya memang menjadi budaya bagi masyarakat Indonesia. Sehingga libur nasional tersebut dijadikan moment untuk kembali ke kampung halaman masing-masing. Untuk menghindari tiingginya kecelakaan saat mudik, ini yang dilakukan para sekumpulan pendongeng.

Gerakan Para Pendongeng untuk Kemanusiaan (GePPuK) melakukan kampanye Mudik Ramah Anak (MRA) 2015 di terminal dan stasiun. Hal ini dilakukan untuk mengatisipasi adanya kelalaian orang tua saat mudik dan membawa anak.

Ketua Pelaksana MRA GePPuK, Dana Sriwijayanto mengatakan kepada KoPi Kamis (9/7) “MRA bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar memperhatikan keamanan dan kenyamanan keluaga, terutama anak, saat mudik”

Kampanye yang dilakukan GePPuK adalah dengan membuat Jingel utuk didengarkan anak selama perjalanan. Juga tim GePPuK akan membagikan serupa brosur dan sticker untuk memperingati pemudik agar lebih memperhatikan anak.

Apalagi dengan pemudik yang menggunakan sepedah motor. Meskipun telah dihimbau oleh pihak kepolisian untuk tidak membawa anak saat mudik dengan sepeda motor, tetap saja masih banyak pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua tersebut.

Dalam banyak kasus, menurut Danang, anak menjadi korban kecelakaan atas kurangnya waspada orang tua. “Hal itu akan menimbulkan kecacatan pada anak atau bahkan menjadikan mereka yatim piatu,” ujarnya.

Danang dan kawan GePPuK menyuarakan kepada pemudik untuk mendongengi anak saat dalam perjalanan mudik. Apalagi jika perjalanan jauh dan anak kerap cepat bosan lalu menangis.

Orang tua bisa mendongengi anak mengenai kebudayaan daerah yang mereka singgahi. Selain akan menggugurkan rasa bosan anak, hal tersebut dapat memebri wawasan luas dan menanamkan cintanya kepada kampung mereka. | Labibah

back to top