Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

MTCC desak penegakan Perda kawasan tanpa rokok

MTCC desak penegakan Perda kawasan tanpa rokok

Jogjakarta-KoPi| Lembaga penelitian MTCC (Muhammadiyah Tobacco Control Center) UMY mendesak Pemerintah Daerah Yogyakarta menegakan peraturan kawasan tanpa rokok.

Di Jogja sendiri terdapat empat kawasan yang mempunyai regulasi kawasan tanpa rokok. Seperti Kabupaten Kulonprogo, Gunungkidul, Sleman, dan Kodya.

Di tiga wilayah Kulonprogo, Sleman dan Kodya, regulasi tersebut diterbitkan dua tahun yang lalu, tahun 2014. Baru menyusul Gunungkidul pada tahun 2015.

Namun implementasi regulasi tersebut belum berjalan maksimal. Pemda terlihat setengah hati menerapkan regulasi tersebut.

Peneliti MTCC, Nanik Prasetyoningsih. SH, MH. menjelaskan di ruang-ruang terbuka masih banyak iklan rokok bertebaran. Merujuk pada ketetapan regulasi, pemerintah seharusnya mengendalikan iklan-iklan rokok.

"Implementasi regulasi kawasan tanpa rokok. Dan pengendalian iklan rokok. Antisipasi dengan solusi yang kreatif dan halus," jelas Nanik seusai FGD di Asri Center Muhammadiyah pada 26 Januari 2016.

Nanik juga menambahkan dari kacamata bisnis, iklan rokok tidak begitu menguntungkan. Pasalnya keuntungannya tidak mencapai 1%.

Selain itu teridentifikasi beberapa pemasangan iklan rokok itu ilegal. Keuntungannya tidak masuk ke kantong Pemda DIY.

Sementara peneliti MTCC, Dianita Sugiyo mengapresiasi lebih pada penerapan perda kawasan tanpa rokok di Kulonprogo.

Dianita menjabarkan implementasi Perda tersebut telah menjangkau masyarakat kecil. Misal adanya ruangan klinik rokok di puskesmas-puskesmas Kulonprogo.

Selain Kulonprogo juga telah mensterilkan dari iklan rokok. Menurut pengakuan Dianita, Bupati Hasto Wardoyo mengganti kekosongan APBD iklan rokok dengan memberdayakan sumber daya alam setempat.

"Mereka memproduksi air minum sendiri. Beras juga sendiri. Selain Kulonprogo , Semarang sudah iklan rokok,"jelas Dianita. | Winda Efanur FS|

back to top