Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Motor Dominasi Kecelakaan Mudik

Motor Dominasi Kecelakaan Mudik

Jakarta-KoPi- Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Hotma Simanjuntak menganggap wajar jika sepeda motor masih mendominasi angka kecelakaan lalu lintas selama arus mudik Lebaran tahun ini. Sebab, sepeda motor merupakan jenis kendaraan yang paling banyak melintas di jalan.

"Memang motor yang paling banyak. Jadi ya dia dominan," kata Hotma di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin, 4 Agustus 2014. 

Namun Hotma mengklaim angka kecelakaan selama arus mudik kali ini turun dibanding tahun lalu. Selain karena jumlah motor berkurang, kecelakaan turun karena kemacetan parah terjadi di ruas-ruas jalan yang selama ini rawan kecelakaan. "Otomatis kecepataan kendaraan di sana berkurang," katanya. 

Selain itu, kata Hotma, petugas di lapangan diklaim mengawasi ketat arus kendaraan yang melintas sehingga bisa menekan angka kecelakaan.

Tahun ini, pemerintah memprediksi jumlah sepeda motor yang melintas selama arus mudik mencapai 2,37 juta unit atau naik 4,3 persen dibanding tahun lalu yang hanya 2,27 juta unit. Namun selama H+1 hingga H+5 (30 Juli-3 Agustus 2014) jumlah sepeda motor yang kembali ke Jabodetabek baru 264.251 unit atau turun 6.427 unit dibanding tahun lalu. 

Berdasarkan data Korps Lalu Lintas Polri, dari H-6 sampai H+5 (22 Juli-3 Agustus 2014), jumlah kecelakaan mencapai 2.471 kejadian, di mana 516 orang meninggal dunia, 813 orang luka berat, dan 3.067 luka ringan. Angka itu jauh berkurang dibanding periode yang sama pada tahun lalu, di mana jumlah kecelakaan mencapai 3.061 kejadian, dengan 686 korban meninggal, 1.119 luka berat, dan 4.032 luka ringan. 

Tapi, sama seperti tahun lalu, sepeda motor masih menjadi jenis kendaraan yang paling banyak terlibat dalam kecelakaan dengan jumlah 3.522 unit (71,51 persen). Di posisi kedua adalah bus sebanyak 495 unit (10,05 persen). Selanjutnya berturut-turut mobil barang 417 unit (8,46 persen), mobil pribadi 415 unit (8,42 persen), kendaraan tak bermotor 74 unit (1,5 persen), dan kendaraan khusus 2 unit. Tahun lalu, 71 persen kendaraan yang terlibat kecelakaan merupakan sepeda motor.

Humas Polri

back to top