Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Motor Dominasi Kecelakaan Mudik

Motor Dominasi Kecelakaan Mudik

Jakarta-KoPi- Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Hotma Simanjuntak menganggap wajar jika sepeda motor masih mendominasi angka kecelakaan lalu lintas selama arus mudik Lebaran tahun ini. Sebab, sepeda motor merupakan jenis kendaraan yang paling banyak melintas di jalan.

"Memang motor yang paling banyak. Jadi ya dia dominan," kata Hotma di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin, 4 Agustus 2014. 

Namun Hotma mengklaim angka kecelakaan selama arus mudik kali ini turun dibanding tahun lalu. Selain karena jumlah motor berkurang, kecelakaan turun karena kemacetan parah terjadi di ruas-ruas jalan yang selama ini rawan kecelakaan. "Otomatis kecepataan kendaraan di sana berkurang," katanya. 

Selain itu, kata Hotma, petugas di lapangan diklaim mengawasi ketat arus kendaraan yang melintas sehingga bisa menekan angka kecelakaan.

Tahun ini, pemerintah memprediksi jumlah sepeda motor yang melintas selama arus mudik mencapai 2,37 juta unit atau naik 4,3 persen dibanding tahun lalu yang hanya 2,27 juta unit. Namun selama H+1 hingga H+5 (30 Juli-3 Agustus 2014) jumlah sepeda motor yang kembali ke Jabodetabek baru 264.251 unit atau turun 6.427 unit dibanding tahun lalu. 

Berdasarkan data Korps Lalu Lintas Polri, dari H-6 sampai H+5 (22 Juli-3 Agustus 2014), jumlah kecelakaan mencapai 2.471 kejadian, di mana 516 orang meninggal dunia, 813 orang luka berat, dan 3.067 luka ringan. Angka itu jauh berkurang dibanding periode yang sama pada tahun lalu, di mana jumlah kecelakaan mencapai 3.061 kejadian, dengan 686 korban meninggal, 1.119 luka berat, dan 4.032 luka ringan. 

Tapi, sama seperti tahun lalu, sepeda motor masih menjadi jenis kendaraan yang paling banyak terlibat dalam kecelakaan dengan jumlah 3.522 unit (71,51 persen). Di posisi kedua adalah bus sebanyak 495 unit (10,05 persen). Selanjutnya berturut-turut mobil barang 417 unit (8,46 persen), mobil pribadi 415 unit (8,42 persen), kendaraan tak bermotor 74 unit (1,5 persen), dan kendaraan khusus 2 unit. Tahun lalu, 71 persen kendaraan yang terlibat kecelakaan merupakan sepeda motor.

Humas Polri

back to top