Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Motif pembunuhan mahasiswi UGM adalah ekonomi

Motif pembunuhan mahasiswi UGM adalah ekonomi

Jogja-KoPi| Motif pelaku pembunahan Feby Kurnia, Mahasiswa Geofisika Angkatan 2015 Universitas Gadjah Mada adalah permasalahan ekonomi.

"Motif pembunuhan pelaku adalah untuk memiliki barang-barang korban, belum ditemukan motif lain sejauh ini," jelas Wakapolda DIY, Abdul Hasyim Gani.

Sebelumnya, Polres Sleman melalui Sat Reskrim mengabarkan telah menangkap terduga pelaku pembunuhan Feby Kunia Nuraisyah (19), mahasiswa semester dua Geofisika UGM.

Terduga pelaku bernama R. Eko Agus Nugroho, 26th, alamat Dsn. Jati, Wonokromo, Pleret Bantul. Pelaku berhasil ditangkap jajaran Opsnal sat reskrim Polres Sleman di pinggir jalan depan rumah pelaku di daerah Pleret pada hari Selasa tanggal 3 Mei 2016 sekitar pk. 16.45 saat akan pulang ke rumahnya. Terduga pelaku merupakan office boy di gedung MIPA lantai 5.

Menurut Kapolres Sleman, AKBP Yulianto, pelaku menggadaikan 2 handphone dan powerbank milik korban ke sebuah toko X sebesar Rp. 650.000. "Uang hasil gadaian dibelikan pakaian, rokok, bensin, dan susu oleh pelaku", tambahnya.

Sampai saat ini belum ditemukan motif lain dari pembunuhan ini dan masih dalam proses penyelidikan.Sementara itu mengenai hasil otopsi jenazah yang dinyatakan tidak ada tanda-tanda kekerasan, maka kepolisian akan melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab kematian korban.

back to top