Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Monolog Wayang Kotak-Kotak

Monolog Wayang Kotak-Kotak

Prolog : Wayang sebenarnya mempunyai peranan besar dalam mewujudkan rekonstruksi kosmis. Wayang merupakan ritus konstruksi prahistoris dari sebuah negara dan masyarakat, merupakan rekonstruksi perwahyuan rahasia-rahasia semesta terhadap masyarakat. Dan dalang mempunyai peranan penting sebab ia adalah penyaji refleksi kehidupan masa lampau, masa kini, dan pertunjukkan untuk masa depan bagi masyarakat.

Apa jadinya ketika wayang sudah kehilangan roh dan dalang sudah kehilangan naluri dan nurani, akan menjadi sajian apa ketika salah peran dan salah watak kau pertontonkan…..menjadi dalang mainan atau wayang perkakas…..wayang sudah dikotakkan, sudah dilucuti kesaktiannya, dilucuti pula peran-perannya tak ada lagi para brahmana, kesatria maupun para dewa dan juga para punakawan......wayang kotak-kotak mulai dikeluarkan dalam kotaknya……

Barisan para wayang mendemo para wayang

dalam layar bayang-bayang….

wayang bergentanyangan

suruh kiri kekiri

suruh kanan kekanan

maju mundur

mundur mundur, mundur tak bisa maju

bahkan jempalitan dalam akrobat

itulah wayang diantara para wayang

wayang dalam gamang

memandang sebuah padang

padang gurun dan jilatan api

perang tanpa pedang

sebab semuanya sudah digayang

sudah bukan kurawa dan pandawa…..

baju wayang sudah sama semua

dari kaki sampai hidung sudah sebentuk semua

kain jarikpun sudah kotak-kotak semua

tak ada yang polos maupun yang berwarna kuat.

Semua sudah dalam kotak hitam dan putih

Putih ada hitam dan hitam ada putih

Apa ini harmoni, apa ini simponi…atau ini ironi

Dalang sangatlah santai menghisap rokok

Dengan asap-asap yang sengaja dikepulkan

untuk memedihkan mata para penonton

Dalang tinggal menunggu pesanan ceritera dari para penanggap

tinggal tergantung bayaran untuk menggembirakan keinginan penanggap

mau lakon sedih, haru, dagelan atau pembantaian….semua tergantung order

Dalang-dalang orderan sudah paham akan kemauan para Bandar dan saudagar

Wayang tak bisa menantang

sekali menantang ditendang

……terjengkang, terlentang….tak bisa mekangkang.

Wayang tetap wayang

Tak punya nafas dan tak punya puas

Tetapi tiba-tiba bisa menjadi buas

Ketika dimainkan oleh dalang-dalang otoriter

……wayang adalah benda mati

Ketika wayang masuk kotak hanyalah menjadi perkakas…..

bahkan barang bekas yang akan lupa dicat dan tak pernah diajari bagaimana caranya merias

Republik para wayang dengan dalang berbagai jenis

jenis kaldu ayam sampai sop buntut

yang tentunya mengalahkan barisan nasi bungkus

sekali disebar uang seratus ribu dan sembako……

semua mundur teratur bagai sudah diatur

kembali menjadi penonton

yang tahu kalau ceriteranya sudah dibelok-belokan

wayang dalam kotak sudah mulai dikotak-kotakkan…..

dan sebentar lagi akan dimainkan oleh para dalang

Dalam bayang-banyang yang kotak-kotak.

Tak ada akal dan otak

Bagaiamana caranya berontak

Karena sudah dikotak-kotakkan

Menjadi wayang kotak-kotak.

Benar-benar sempurna
Memainkan wayang demi wayang
Melebihi 4 sehat 5 sempurna
Juga dahsyatnya,
melebihi lagunya “sempurna” karya Andra and The Backbone.

Apa-apa menjadi megah….dan dimegah-megahkan
Parade siaran televisi-televisi sudah menjadi siaran-siaran terarah
Stasiun-stasiun televisi sangat detil dan teliti
Bisa dikatakan sangat punya ciri khas dan berkarakter

Melengkapi keinginan para saudagar….untuk kampanye konsumerisme

Wayang-wayang memasuki mimbar-mimbar televisi

Melalui kotbah-kotbah dan sinetron-sinetron

Yang sudah jauh dari kesadaran kebudayaan negeri


Betul-betul sempurna
Sempurna bin sempurna

Media-media telah menyulap dirinya menjadi juru berita
Sekaligus juru bicara
yang sungguh memikat dan mempesona
namun membunuh karya kreatif lokalitas

Adalagi,
Makhluk yang bernama Facebook dan sejenisnya
Sudah dijadikan pijakan dan sumber informasi
Namanya saja MEDSOS : media sosial,
maka selalu sosial dan memberikan informasi….
entah informasi salah atau seakan-akan benar
benar yang seakan-akan atau salah yang sebenar-benarnya
Sangat –sangat menawan
dengan berbagai update setatus dan ke-narsisan yang sedemikian rupa.
Sungguh-sungguh menjadi sajian yang berhasil
Dari curhat, kegalauan menjadi sajian eksistensi instant
Dengan tipuan-tipuan sensasional
Sayangnya tak ada yang pamer ideology
Bahkan mengarahkan pikiran-pikiran masyarakat
Pendek kata mampu membangun opini
Dan sekali lagi wayang tetap wayang
Tetap dalam bayang-bayang
Sempurna bin sempurna
Mampu memecah belah
Mengkotak-kotakkan, bahkan menjadi sumber konflik baru,
Atau menjadi tempat untuk belajar cara berpacaran
Inbox sini inbox sana….rayu sini rayu sana ha ha ha ha
Yang dekat menjauh, keluarga tercerai berai, putus pacar, putus istri dan putus suami
dan akhirnya kawin lagi…..mantab…..mantab…….


Wayang-wayang berkelebat
Bagai tokoh-tokoh hebat
Bahkan pura-pura sebagai rakyat
Pura-pura pro rakyat
Tapi ternyata adalah golongan keparat
Lebih tegasnya adalah golongan sekarat



Media-media pun berubah menjadi lembaga kekuatan
Bak partai yang punya ideologi
Dan para wayang mulai memainkan para wayang
Wayang ketemu wayang….saling menatap menjadi garang
Mulai inisiatif dalam aksi dan reaksinya
Tanpa tahu tujuan
Tanpa tak tahu bahwa dia adalah wayang

Inilah media yang punya daya magig melebihi ilmu perdukunan dan ilmu metafisika
Betul-betul prestasi yang patut dibanggakan
Kalau perlu mendapatkan penghargaan
Karena mampu mengubah paradigma
Bahkan media mampu menyulap tukang mebel menjadi presiden
Ini dahsyat dan luar biasa.


Negeri ini adalah negeri para wayang
Yang dibikin seakan-akan sungguh-sungguh kreatif
yaitu mampu melahirkan orang-orang kritis
Sekaligus orang-orang krisis
Termasuk saya yaitu sudah sangat krisis
Krisis akan perkembangan sinetron
Krisis perkembangan bursa efeck
Krisis perkembangan sepak bola…..yang juga dikuasai oleh para bandar
Krisis kalau merokok katanya membunuh
Maupun krisis perkembangan gardu-gardu PLN
Bahkan tak tahu dan tak terasa kalau rupiah sampai saat ini masih melemah.
Karena ulah sidang para bandar dan sidang para saudagar.

Benar-benar ajaib bangsa ini
Tak ada yang mengeluh maupun tak ada yang protes
Mungkin hanya sayalah satu-satunya yang mengeluh dan protes
Payah….saya ini benar-benar payah
Informasi yang kutrima sungguh amburadul
Mungkin saya ini termasuk golongan generasi jadul
Pun juga tak paham mana itu bisul, mana itu mbak Inul
Benar-benar otak dengkul
Apalagi didepanku melihat ada cangkul
Tak tahu tanah siapa yang akan kucangkul
Sebab tanah ini sudah bukan menjadi milik kita lagi.
Para wayang diam tak punya nafas karena sudah terlanjur dimasukkan ke dalam kotak

Mahasiswa-mahasiswi berbondong-bondong menuju kampus
Tak lupa up-date setatus sebelum sampai ke kampus
Menjadi barisan pintar dan calon cendekiawan
Mahasiswa dan mahasiswi sudah sangat terarah cita-citanya
Tentu juga cita-cita dari para orang tuanya
Yaitu masuk kuliah…selesai…lulus….bergelar
Lalu dapat pekerjaan
Kalau bisa ditrima menjadi PNS, polwan, pramugari, polisi atau TNI
Pasti ini disebut prestasi sukses dalam masyarakat
Yaitu aman, damai, dan sejahtera
Mahasiswa dan mahasiswi menjadi wayang-wayang cendekiawan
Yang ditumpulkan untuk tidak punya cita-cita menjadi pemimpin

Mari kita ikuti pesan-pesan berikut ini
untuk menjadi mahasiswa yang bertaqwa dan berbakti kepada orang tua
Yaitu,
Tak perlu gandrung berorganisasi……karena sering pulang malam ha ha ha….
Sebab akan gampang masuk angin, kena pilek, badan pegal-pegal atau malah bisa ambien
Tak perlu beramai-ramai dijalan raya untuk berdemonstrasi
Sebab akan boros sepatu dan handuk karena sering long march
Dan dimungkinkan kaki akan mudah kram dan kesemutan.
Tak perlu memakai baju gerakan atau aktivis
Sebab tak ada model yang seksi atau model mirip boy band
Sebab hal-hal itu yang akan menghambat cita-citamu
Dan cita-cita menjadi orang bertaqwa dan berbakti pada orang tua.

Tak perlu nakal menggelapkan uang SPP
Untuk membeli buku-buku filsafat, politik, dan budaya
maupun buku-buku sejarah
Tetapi bacalah buku-buku agama
Yang menyediakan mimpi-mimpi tentang surga dan neraka
Kalau perlu hafal ayat-ayat…ini senjata ampuh untuk carimuka dihadapan calon mertua
Dan kamu akan disebut manusia bertaqwa,
lebih keren lagi pelihara jenggot dan kening buatlah tanda hitam
ini baru disebut religius dan alim
sempurna bukan……

Negeri ini selain sudah sempurna
Juga telah menjadi surga
Surga bagi para koruptor, mafia hukum, mafia peradilan,
makelar kasus, “dagang perkara dan percaloan”, hingga wartawan amplop.
Bahkan partai politik diibaratkan sebagai “sekolah” bagi para calon koruptor
Sehingga mampu menciptakan
Bersatunya para tikus dan para ular
Untuk melanggengkan negeri mafia, republik para koruptor
Permainan sempurna bin sempurna
Sajian pertunjukkan yang sungguh berklimak-klimak
Yang disutradarai oleh para mafia dibantu para saudagar
Dengan penonton yaitu rakyat yang mau dikaburkan dan mau dibodohkan
Untuk menjadi barisan tepuk tangan dan pendukung-pendukung setia
Menjadi bagian pelengkap penderita dari negeri mafia dan republik koruptor
Barisan wayang kotak-kotak…..tak bisa berontak
Sebab hilang akal dan hilang otak
Hanya bisa berbaris satu…dua….satu..dua….satu dua
Tak tahu arti saudara
Yang ada adalah musuh atau lawan
…………………………………………………………..
………………………………………………………………..
Dan dalam pikiran kitapun bertanya
Apakah saat ini masih terdengar kata-kata Sokrates
Yaitu : keadilan, ketegakan, dan kebenaran.


Ciwaru, 2 oktober 2015

Anton Daryanto Bendet

back to top