Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Miris! Badak putih terakhir di dunia dikawal 24 jam agar tak punah!

Miris! Badak putih terakhir di dunia dikawal 24 jam agar tak punah!
KoPi | Perburuan badak untuk diambil culanya merupakan masalah yang tak berkesudahan. Ribuan badak setiap tahun ditemukan mati mengenaskan karena kehabisan darah setelah culanya dipotong pemburu liar. Cula badak dianggap sebagai obat mujarab dalam pengobatan tradisional China. Padahal, cula badak hanya mengandung senyawa seperti pada kuku manusia!
 

Mirisnya, meski sudah terancam punah, perburuan badak Afrika tak pernah berhenti. Setiap tahun harga cula badak di pasar gelap semakin meningkat akibat badak yang semakin langka. Hal ini tentu saja membuat posisi badak semakin rentan. Bahkan seekor badak putih Afrika di Kenya menjadi satu-satunya badak putih jantan yang tersisa di planet ini!

Sudan, nama badak putih jantan tersebut, kini dijaga ketat oleh pasukan bersenjata selama 24 jam penuh di taman konservasi Ol Pejeta Kenya. Di lehernya juga terpasang pemancar radio. Tujuannya tak lain untuk mengamankan Sudan agar tidak jadi sasaran para pemburu gelap. 

Sejak tahun 2009, Sudan hidup bersama 3 badak putih lain di taman konservasi Ol Pejeta. Namun, Oktober 2014 lalu salah satu badak putih jantan, Suni, mati. Kini badak putih Afrika hanya tersisa 5 ekor, yaitu Sudan dan 2 badak putih betina di Ol Pejeta, dan 2 badak putih betina lain yang ada di penangkaran. Dunia berharap Sudan yang sudah berumur 40 tahun ini suatu hari mampu membuahi salah satu dari 5 badak putih betina yang tersisa. Jika tidak, maka punahlah spesies badak putih Afrika ini dari planet bumi.

Demi keamanan, cula Sudan kini dihilangkan oleh para ahli konservasi. “Tujuannya agar tidak ada pemburu gelap yang tertarik pada Sudan. Badak tanpa cula tidaklah menarik bagi mereka. ini semua demi keselamatan Sudan,” ungkap Elodie Sampere, ahli konservasi Ol Pejeta.

Para penjaga Sudan juga harus mempertaruhkan nyawa mereka demi melindungi badak jantan terakhir ini. “Dengan meningkatnya harga cula, kami menghadapi berbagai upaya perburuan. Meski kami berhasil mencegah banyak upaya itu, kami masih harus mempertaruhkan nyawa,” ujar Simon Irungu, salah satu ranger Ol Pejeta dan penjaga badak putih terakhir.

Kisah Sudan sekali lagi mengingatkan dunia pada rentannya sebuah spesies. Badak putih merupakan salah satu spesies yang berada di ambang kepunahan. Padahal berdasarkan data WWF pada tahun 1960, masih ada 20.000 badak putih di seluruh dunia. Namun pada tahun 1984 jumlahnya turun drastis hingga tinggal 15 ekor!

Jika upaya perlindungan Sudan gagal, atau ia mati tanpa berhasil membuahi salah satu badak putih yang tersisa, maka badak putih Afrika akan mengalami nasib yang sama dengan merpati penumpang, burung dodo, serigala Jepang, harimau Jawa, dan harimau Bali. | TheDodo.com, The Independent, Ol Pejeta Conservacy, Huffington Post

 

back to top