Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Minuman keras beresiko tinggi pada wanita

foxnews.com foxnews.com

California-Kopi│Penelitian yang dilaporkan melalui  The New England Journal of Medicine menyatakan bahwa lebih dari 20 persen  perempuan mengkonsumsi minuman keras sehari satu gelas berakibat tingginya tingkat resiko mendapatkan cedera dan 'kekerasan'.

Resiko perempuan meningkat lebih cepat sampai dua kali lipat dibandingkan dengan saat tidak minum. Sebuah standar "minum" biasanya setiap jumlah yang berisi 14 gram alkohol murni. Yang  sama artinya 12 ons bir mengandung 5 persen alkohol, lima ons anggur dengan 12 persen alkohol atau 1,5 ons minuman keras yang mengandung 40 persen alkohol, demikian seperti di kutip dari Foxnews.com (1/12).

Penelitian ini mengamati data dari 13.119 pria dan wanita, usia 18 ke atas yang tengah dirawat di 37  UGD yang enam jam sebelumnya telah menenggak minuman keras.

Data tersebut termasuk informasi dari delapan negara (Argentina, Belarus, Brazil, Republik Ceko, India, Meksiko, Selandia Baru dan Swedia) dari sebuah studi 2001-2002 World Health Organization. Para penulis juga menambahkan data yang 2006-2009 dari 10 negara (Swiss, Irlandia, Cina dan Korea, Republik Dominika, Guatemala, Guyana, Nikaragua, Panama, dan Kanada) .

Kekerasan menjadi masalah di negara-negara maju di mana minum(alkolhol) menjadi hal biasa, seperti halnya makanan dan kurangnya norma. Sehingga yang dimaksud 'minum' lebih cenderung berpesta minum-minuman keras secara berlebihan/over.

Perempuan mungkin lebih cenderung memiliki resiko 'cidera' ketimbang pria. Penelitian tidak membandingkan pria dan resiko perempuan dengan kekerasan, tetapi kekerasan yang melibatkan pertengkaran dua kali lebih mungkin sebagai kecelakaan lalu lintas dan hampir dua kali lebih mungkin sebagai kecelakan akibat jatuh yang disebabkan ketidaksadaran efek dari kadar alkhohol. │Foxews.com│JokoRaharjo│

 

back to top