Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Minuman keras beresiko tinggi pada wanita

foxnews.com foxnews.com

California-Kopi│Penelitian yang dilaporkan melalui  The New England Journal of Medicine menyatakan bahwa lebih dari 20 persen  perempuan mengkonsumsi minuman keras sehari satu gelas berakibat tingginya tingkat resiko mendapatkan cedera dan 'kekerasan'.

Resiko perempuan meningkat lebih cepat sampai dua kali lipat dibandingkan dengan saat tidak minum. Sebuah standar "minum" biasanya setiap jumlah yang berisi 14 gram alkohol murni. Yang  sama artinya 12 ons bir mengandung 5 persen alkohol, lima ons anggur dengan 12 persen alkohol atau 1,5 ons minuman keras yang mengandung 40 persen alkohol, demikian seperti di kutip dari Foxnews.com (1/12).

Penelitian ini mengamati data dari 13.119 pria dan wanita, usia 18 ke atas yang tengah dirawat di 37  UGD yang enam jam sebelumnya telah menenggak minuman keras.

Data tersebut termasuk informasi dari delapan negara (Argentina, Belarus, Brazil, Republik Ceko, India, Meksiko, Selandia Baru dan Swedia) dari sebuah studi 2001-2002 World Health Organization. Para penulis juga menambahkan data yang 2006-2009 dari 10 negara (Swiss, Irlandia, Cina dan Korea, Republik Dominika, Guatemala, Guyana, Nikaragua, Panama, dan Kanada) .

Kekerasan menjadi masalah di negara-negara maju di mana minum(alkolhol) menjadi hal biasa, seperti halnya makanan dan kurangnya norma. Sehingga yang dimaksud 'minum' lebih cenderung berpesta minum-minuman keras secara berlebihan/over.

Perempuan mungkin lebih cenderung memiliki resiko 'cidera' ketimbang pria. Penelitian tidak membandingkan pria dan resiko perempuan dengan kekerasan, tetapi kekerasan yang melibatkan pertengkaran dua kali lebih mungkin sebagai kecelakaan lalu lintas dan hampir dua kali lebih mungkin sebagai kecelakan akibat jatuh yang disebabkan ketidaksadaran efek dari kadar alkhohol. │Foxews.com│JokoRaharjo│

 

back to top