Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Mie ubi kayu, alternatif pangan Indonesia

Mie ubi kayu, alternatif pangan Indonesia

Mie instan yang berbahan gandum atau tepung, pasti sudah biasa. Tapi kalau mie berbahan ubi kayu, nah ini baru luar biasa, kan?. Rasanya juga luar biasa enak dan lebih bergizi ketimbang mie terigu biasa. Sebuah alternatif, demi ketahanan pangan Indonesia.


Mie ubi kayu atau mocaf terbuat dari bahan dasar tepung casava yang dicampur dengan bahan lain yaitu, tepung terigu, garam, pengembang, pigmen pangan atau sayuran. Mie ubi kayu merupakan salah satu pilihan yang dapat diambil penyuka mie untuk hidup sehat.

Menurut Farid Ridwan, Subag Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Gunung Kidul, mie ubi kayu memiliki keunggulan sebagai bahan makanan yang sehat dan bergizi.

Mie mocaf ini memilki kandungan gizi yang lebih dibandingkan dengan mi terigu dan memiliki kandungan gula yang lebih rendah dibandingkan beras karena terbuat dari ubi kayu. Selain itu, ekstrak sayur-sayuran yang ada di dalamnya juga menambah nilai gizi pada mie ini.

Mie ubi kayu muncul sejak tahun 2009 dan telah dipasarkan di Gunung Kidul dan Jakarta melalui Ikatan Keluarga Gunung Kidul. Sementara di Depok melaui kerjasama Pemerintah Depok dalam mendukung gerakan one day no rice.
Satu bungkus mie ubi kayu yang berisi 2 keping mie dijual dengan harga Rp 5.000,00 yang dapat disajikan untuk 4 porsi. Mie tersebut bermerk Ayo yang berarti mie asli Yogya.

Mi mocaf ini dikembangkan menjadi 17 varian rasa antara lain, ubi ungu, tomat, cabe merah, cabe hijau, brokoli, green tea, kelor, dan sawi.

Farid Ridwan juga menyebut mie ubi kayu ini sebagai bentuk diversifikasi atau keragaman pangan untuk memperkuat ketahanan pangan di Indonesia. |Frenda Yentin|

back to top