Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Meski surplus, stok daging sapi masih terancam defisit

Meski surplus, stok daging sapi masih terancam defisit

Jogjakarta-KoPi| Stok daging sapi wilayah DIY mengalami surplus di tahun 2015. Dengan jumlah 320 ribuan ekor sapi. Produksi setahunnya mencapai 8.868 ton. Sementara kebutuhan konsumsi rata-rata 7 ribu ton.
Kepala bidang peternakan Dinas Pertanian DIY mengatakan konsumsi daging masyarakat Jogja stabil. Tidak ada kenaikan secara signifikan per tahunnya.

"Permintaan stabil dari tahun-tahun, yang sering mengkonsumsi kan dari pedagang bakso dan soto,"jelas Sutarno saat ditemui di kantor pada tanggal 13 Januari 2015.

Sutarno menambahkan dinas peternakan tetap menggenjot produksi daging sapi. Targetnya satu tahun sapi melahirkan dua kali. Selama ini paling cepat sapi lokal dua tahun baru melahirkan. Penghitungan populasi 70% sapi betina dan sisanya 30% sapi betina.

Pasalnya meski terbilang surplus, belum ada kepastian akan tetap tercukupi. Keadaan produktivitas saat ini belum mencukupi kebutuhan masyarakat. Masyarakat lebih senang menjual sapi daripada memotong sapi untuk daging.

Sehingga kebutuhan daging sapi terancam defisit. Kelompok peternak sapi memilki sapi kisaran maksimal 20 ekor per orang. Sistem pemeliharaannya tidak berorientasi keuntungan. "Masyarakat mau motong sapi kalau lagi butuh duit, dagingnya untuk dijual," kata Sutarno.

Meski demikian kebutuhan sehari-hari konsumsi masyarakat DIY stok sapi bisa mencukupi. Kebutuhan daging sapi terbesar hanya saat Idul Adha, dengan kebutuhan 20-25 ribu ekor. |Winda Efanur FS|

back to top