Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Meski diputuskan bersalah, PKL Gondomanan tidak mau pindah

Meski diputuskan bersalah, PKL Gondomanan tidak mau pindah

Jogjakarta-KoPi| Kelima PKL Gondomanan menyatakan tidak akan pindah dari lokasi berdagangnya di Jl. Brigjen Katamso, Gondomanan meskipun putusan Majelis Hakim mengharuskan mereka untuk mengosongkan lahan tersebut.

"Kita tetap bertahan, kita dari PKL mau pindah kalau yang menggusur dari Panitikismo Kraton,"tegas salah satu PKL Sugiyadi seusai persidangan di Pengadilan Negeri Yogyakarta.

Pada persidangan terakhir sengketa tanah PKL Gondomanan, Mejalis Hakim Suwarno memutuskan kelima PKL bersalah telah menempati tanah kekancingan yang disewa oleh Eka Aryawan.

Sementara kuasa hukum tergugat, Rizki Fatahillah menilai kekalahan ini bukan sebatas bagi PKL. Namun sejauh itu merupakan preseden buruk bagi semua pihak yang tergusur.

"Pihak yang terancam dengan kekancingan tidak serta merta digusur sesuka hati, menyerahkan hak tergugat kepada penggugat,"papar Rizki.

Di sisi lain Rizki mengkritik seharusnya pihak yang digugat adalah Panitikismo, Kraton. Pasalnya persoalan awal sewa menyewa anatara pihak Eka Aryawan dengan Panitikismo Kraton.

Terhadap hasil kekalahan ini, Rizki akan mengajukan banding. Meskipun gugatan 1,12 miliar dibatalkan namun kelima masih dinyatakan melanggar hukum.

Secara terpisah kuasa hukum Eka Aryawan, Oncan Poerba belum puas terhadap hasil putusan hakim. Menurutnya Majelis Hakim hanya mengabulkan sebagian gugatan.

Sementara untuk langkah banding, Oncan masih memikirkannya.
“Nanti kita pikirkan,” terang Oncan. |Winda Efanur FS|Frenda Yentin|

back to top