Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Meski diputuskan bersalah, PKL Gondomanan tidak mau pindah

Meski diputuskan bersalah, PKL Gondomanan tidak mau pindah

Jogjakarta-KoPi| Kelima PKL Gondomanan menyatakan tidak akan pindah dari lokasi berdagangnya di Jl. Brigjen Katamso, Gondomanan meskipun putusan Majelis Hakim mengharuskan mereka untuk mengosongkan lahan tersebut.

"Kita tetap bertahan, kita dari PKL mau pindah kalau yang menggusur dari Panitikismo Kraton,"tegas salah satu PKL Sugiyadi seusai persidangan di Pengadilan Negeri Yogyakarta.

Pada persidangan terakhir sengketa tanah PKL Gondomanan, Mejalis Hakim Suwarno memutuskan kelima PKL bersalah telah menempati tanah kekancingan yang disewa oleh Eka Aryawan.

Sementara kuasa hukum tergugat, Rizki Fatahillah menilai kekalahan ini bukan sebatas bagi PKL. Namun sejauh itu merupakan preseden buruk bagi semua pihak yang tergusur.

"Pihak yang terancam dengan kekancingan tidak serta merta digusur sesuka hati, menyerahkan hak tergugat kepada penggugat,"papar Rizki.

Di sisi lain Rizki mengkritik seharusnya pihak yang digugat adalah Panitikismo, Kraton. Pasalnya persoalan awal sewa menyewa anatara pihak Eka Aryawan dengan Panitikismo Kraton.

Terhadap hasil kekalahan ini, Rizki akan mengajukan banding. Meskipun gugatan 1,12 miliar dibatalkan namun kelima masih dinyatakan melanggar hukum.

Secara terpisah kuasa hukum Eka Aryawan, Oncan Poerba belum puas terhadap hasil putusan hakim. Menurutnya Majelis Hakim hanya mengabulkan sebagian gugatan.

Sementara untuk langkah banding, Oncan masih memikirkannya.
“Nanti kita pikirkan,” terang Oncan. |Winda Efanur FS|Frenda Yentin|

back to top