Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Meriam Giant Bow buatan China tak berfungsi tewaskan empat prajurit TNI

Meriam Giant Bow buatan China tak berfungsi tewaskan empat prajurit TNI

Natuna-KoPi| Empat prajurit TNI tewas dalam sebuah latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI di Tanjung Datuk, Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), Rabu kemarin (17/5). Empat prajurit tewas setelah meriam Giant Bow buatan China mengalami gangguan.

 

Moncong meriam dengan peluru kahber 23 mm itu tiba-tiba berubah arah tak terkendali ketika ditembakkan. Akibatnya, 12 prajurit TNI yang sedang mengikuti latihan terkena peluru nyasar. Empat meninggal dunia. Sisanya mendapatlan perawatan intensif karena mengalami lula parah.

Kepala Dinas Penerangan TNI-AD (Kadispenad) Brigjen TNI Alfret Denny Tuejeh menjelaskan, 12 korban pelura nyasar itu berasal dari satuan Batalyon Artileri Pertahanan Udara Ringan Infanteri 1/ Divisi infantri 1 Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Yon Arhanud Infanteri 1 Kostrad).

Insiden terjadi pada pukul 11.21 WIB. Pembatas elevasi moncong meriam tidak berfungsi dengan baik.
"Laras itu kan ada pembatasnya. Pembatasnya itu tidak berfungsi karena mengalami kerusakan sehingga larasnya itu menjadi liar," ujar Kadispenad saat dihubungi Tribunnews.com.

"Memang di sini ada malfungsi, mengalami kerusakan. Tapi pastinya seperti apa, kita masih sedang dalami," ujarnya.

Berapa pastinya peluru yang dimuntahkan meriam anti serangan udara itu saat pembatas laras tiba-tiba tidak berfungsi, Kadispenad menyebut hal tersebut masih dalam penyelidikan.

Berdasar data yang dihimpun Dispenad, empat prajurit yang gugur adalah Komandan Baterai (Danrai) Kapten Arh Heru Bayu, Pratu Ibnu Hidayat, Pratu Manvan, dan Praka Edy. Keempatnya meninggal dunia setelah dievakuasi dari lokasi kejadian ke RSUD Natuna.
"Delapan prajurit lainnya mengalami lula-luka," katanya.

Denny menjelaskan, delapan prajurit yang terluka dirawat di rumah sakit di Pontianak dan RSUD Natuna. Mereka harus mendapatkan perawatan intensif karena luka yang dialami cukup parah.

Guna menggali data mengenai insiden tersebut, TNI langsung melakukan investigasi.

Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis berharap TNI bisa memberikan santunan bagi kleuarga korban meninggal dan perawatan terbaik untuk prajurit yang terluka. Kharis juga meminta TNI mengusut serta menjelaskan penyebab insiden dalam latihan PPRC TNI di Natuna kemarin.

"Apakah karena faktor harwat (pemeliharaan dan perawatan) atau kondisi meriam saat dibeli memang sebenarnya tidak layak," ucap Kharis.

Sebagai catatan meriam Giant Bow tersebut adalah produk China yang diimpor Indonesia.

Karakteristik meriam Giant Bow (nama lainnya Shengong):
Produksi : Norinco, Cina
Kaliber : 23 mm
Jenis amunisi : HEI-T dan API-T
Jumlah laras : 2 Buah
Kecepatan awal : 970 m/detik
Jarak Maksimal Vertical : 1500 m
Jarak Masksimal Horizontal : 2000 m
Rata- rata tembakan : 600 – 2000 butir/menit
Sudut Elevasi : 5 sampai 90 derajat
Lebar SiapTempur Roda Terlipat : 2,88 meter
Lebar Siap Angkut : 1,83 meter
Sudut Putar : 360 derajat
Berat Total : 1250 Kg
Tinggi Dalam keadaan terkunci : 1,22 meter
Tinggi Siap Angkut : 1,83 meter

back to top