Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Jogja-KoPi | Gunung Merapi kembali erupsi dua kali hari ini, Senin (21/5). Letusan pertama terjadi pada pukul 01.25 WIB dan letusan kedua terjadi pada pukul 09.38 WIB. Sementara kedua letusan tersebut masih berjenis sama seperti letusan beberapa waktu lalu, yaitu letusan freaktif.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida pun menjelaskan pada erupsi pertama, hembusan panas terjadi selama 19 menit dengan ketinggian 700 meter. Erupsi kedua, hembusan terjadi selama 6 menit namun dengan ketinggian pribadi 1.200 meter.
 
"Erupsi pertama ini terjadi cukup lama tapi ketinggiannya 700 meter, erupsi kedua berlangsung cukup singkat tapi ketinggiannya melebihi yang pertama," ujar saat ditemui di Kantor BPPTKG.
 
Meski beberapa kali terjadi letusan dalam satu bulan, BPPTKG memastikan bahwa letusan ini sama sekali bukan penanda adanya letusan besar. Namun demikian ia tidak memungkiri letusan freisitas dapat terjadi. Letusan ini sering terjadi pasca letusan gunung besar, dalam peristiwa Merapi, adalah saat letusan besar 2010.
 
"Biarkan letusan ini bisa terjadi kembali, tapi ini bukan penanda letusan besar. Karena itu, sifatnya bebas adalah memang karakter Merapi setelah mil letusan besar," imbuhnya.
 
Hanik pun menimpali, salah satu penanda memungkinkan letusan besar adalah gempa vulkanik. Erupsi freaktif kali ini terjadi karena gempa tektonik dimana sebagian materialnya berisikan udara jatuh ke magma. Sementara gempa vulkanik yang menjadi peluang letusan besar akibat aktivitas magmatik di dalam Gunung Merapi. 
 
Hanik menerangkan sampai saat ini pihaknya belum mencatatkan kejadian magmatis dan gempa vulkanis. Aktifitas letusan freaktif ini akan berakibat terus terjadi tetapi tidak akan sebesar dari letusan 2010.
 
"Kita lihat saja perkembangan selanjutnya, sampai saat ini kita belum ada prekusor vulkanis pendaftaran erupsi magmatis. Jika emang ada tanda-tanda ini akan kami informasikan lagi. Masyarakat kami harapkan tetap tenang," timpalnya.
 
BPPTKG bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah Yogyakarta saat ini menutup jalur pendakian ke Merapi untuk beberapa waktu kedepan. Namun untuk kawasan wisata sisi selatan seperti Kaliurang dan sekitarnya tetap dibuka. Tak lupa saya juga menghimbau masyarakat untuk menggunakan masker jika tiba-tiba letusan dan terjadi hujan Abu.
 
back to top