Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Meong, ini yang aku mau!

Meong, ini yang aku mau!
KoPi | Pasti Anda pernah mencoba mengeong pada seekor kucing. Biasanya mereka akan membalas mengeong atau memandang Anda dengan terkejut. Pernahkah Anda berpikir sebenarnya apa yang Anda katakan dengan mengeong pada mereka?
 

Berdasarkan penelitian terbaru, kucing mengekspresikan perasaan mereka dengan berbagai cara, bukan hanya lewat mengeong. Majalah Science of Us mengupas berbagai bahasa kucing yang bisa dipahami manusia

Mendengkur halus = Jangan pergi ke mana-mana, aku suka kau di dekatku"

Ketika kucing gembira, mereka mengeluarkan bunyi dengkuran halus. Penelitian lain menunjukkan bahwa kucing juga mendengkur ketika sakit atau terluka. Karena itu, tetaplah berada di dekat mereka untuk memberi perhatian atau menggelitiknya. Dengkuran tersebut juga dapat menyembuhkan kucing dan meredakan sakit yang mereka alami.

Mengibas ekor dengan cepat = "Aku takut, aku akan menyerang"

Saat kucing mengibaskan ekor mereka dengan cepat, itu adalah tanda mereka sedang menunjukkan sikap agresif. Hal itu biasanya diakibatkan karena sesuatu yang membuat mereka takut.

Menggosok-gosokkan badan ke kaki kita = "Kau sudah kembali, aku rindu"

Kucing punya kebiasaan menandai teritori mereka dengan menggosokkan kepala mereka ke benda yang mereka anggap milik mereka. Namun di alam liar, kucing saling menggosokkan kepala mereka ke kucing lain untuk memberi sapaan setelah pulang berburu. 

Mendesis = "Kalau kau tidak menjauh, aku akan melawanmu"

Meski termasuk hewan karnivora, kucing lebih suka menghindari adu fisik. Mereka lebih memilih mengeluarkan desisan untuk memperingatkan lawan mereka, termasuk pada Anda! Jika Anda masih tetap berkeras mendekat atau menyentuh mereka, jangan salahkan si meong jika Anda menderita cakaran atau gigitan. Lebih baik sediakan waktu bagi mereka agar mereka tenang, dan buka pintu agar mereka bisa lari menjauh.

Meong = Bisa berarti apa pun! (Termasuk "Aku lapar", "Aku bosan", atau "Tolong aku")

Kucing tidak pernah mengeong pada sesama mereka. Perilaku tersebut hanya ditujukan untuk berkomunikasi dengan manusia. Dan setiap bahasa meongan disesuaikan dengan majikan mereka. Jadi semakin sering Anda bersama si pus, semakin mudah Anda mengerti apa yang ia maksud lewat mengeong. Meong! |Science of Us, Huffington Post

back to top