Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Meong, ini yang aku mau!

Meong, ini yang aku mau!
KoPi | Pasti Anda pernah mencoba mengeong pada seekor kucing. Biasanya mereka akan membalas mengeong atau memandang Anda dengan terkejut. Pernahkah Anda berpikir sebenarnya apa yang Anda katakan dengan mengeong pada mereka?
 

Berdasarkan penelitian terbaru, kucing mengekspresikan perasaan mereka dengan berbagai cara, bukan hanya lewat mengeong. Majalah Science of Us mengupas berbagai bahasa kucing yang bisa dipahami manusia

Mendengkur halus = Jangan pergi ke mana-mana, aku suka kau di dekatku"

Ketika kucing gembira, mereka mengeluarkan bunyi dengkuran halus. Penelitian lain menunjukkan bahwa kucing juga mendengkur ketika sakit atau terluka. Karena itu, tetaplah berada di dekat mereka untuk memberi perhatian atau menggelitiknya. Dengkuran tersebut juga dapat menyembuhkan kucing dan meredakan sakit yang mereka alami.

Mengibas ekor dengan cepat = "Aku takut, aku akan menyerang"

Saat kucing mengibaskan ekor mereka dengan cepat, itu adalah tanda mereka sedang menunjukkan sikap agresif. Hal itu biasanya diakibatkan karena sesuatu yang membuat mereka takut.

Menggosok-gosokkan badan ke kaki kita = "Kau sudah kembali, aku rindu"

Kucing punya kebiasaan menandai teritori mereka dengan menggosokkan kepala mereka ke benda yang mereka anggap milik mereka. Namun di alam liar, kucing saling menggosokkan kepala mereka ke kucing lain untuk memberi sapaan setelah pulang berburu. 

Mendesis = "Kalau kau tidak menjauh, aku akan melawanmu"

Meski termasuk hewan karnivora, kucing lebih suka menghindari adu fisik. Mereka lebih memilih mengeluarkan desisan untuk memperingatkan lawan mereka, termasuk pada Anda! Jika Anda masih tetap berkeras mendekat atau menyentuh mereka, jangan salahkan si meong jika Anda menderita cakaran atau gigitan. Lebih baik sediakan waktu bagi mereka agar mereka tenang, dan buka pintu agar mereka bisa lari menjauh.

Meong = Bisa berarti apa pun! (Termasuk "Aku lapar", "Aku bosan", atau "Tolong aku")

Kucing tidak pernah mengeong pada sesama mereka. Perilaku tersebut hanya ditujukan untuk berkomunikasi dengan manusia. Dan setiap bahasa meongan disesuaikan dengan majikan mereka. Jadi semakin sering Anda bersama si pus, semakin mudah Anda mengerti apa yang ia maksud lewat mengeong. Meong! |Science of Us, Huffington Post

back to top