Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Menuju Keluarga Samara

Menuju Keluarga Samara

Judul Buku: Sakinahkan Rumah Tanggamu dengan Shalat-Shalat Sunnah

Penulis: H. M. Amrin Ra’uf
Penerbit: Diva Press
Tahun: 1, Oktober 2013
Tebal: 188 halaman

Pernikahan bukan sekedar tanda pengikat dua insan yang saling mencintai. Pernikahan menandai sebuah perjanjian sakral dunia akhirat. Dimana, dua kekasih itu lantas terikat memiliki hak dan kewajiban yang harus dipenuhi. Keberadaannya dibangun atas pondasi cinta kasih dengan tujuan yang mulia, yakni terbentuknya keluarga yang harmonis dan dinamis. Maka itu, pernikahan haruslah diawali dengan niat yang baik. Dilanjutkan dengan segala daya upaya untuk mewujudkan terbentuknya harapan inti sebuah pernikahan, kebahagiaan rumah tangga lahir dan batin.

 

Keharmonisan keluarga sangat dipengaruhi pemenuhan kebutuhan emosional, material, ataupun spiritual. Tak pelak dalam Al-Qur’an, pernikahan diistilahkan dengan mitsaqan ghalidan perjanjian yang teguh dan kuat. Al-Qur’an menunjukkan kesesuaian hubungan antara suami dan istri sebagai tugas yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Nabi Muhammad juga menyebut pernikahan sebagai setengah dari iman dan ibadah. Implikasinya pernikahan menjadi realitas kehidupan yang sangat mulia dan memiliki konsekuensi lahir dan batin, dunia dan akhirat. Ibarat hati, pernikahan mengandung berbagai rasa yang tak menentu, kadang ada marah, bahagia, sedih, kecewa, bangga dan lainnya. sulitnya menjaga suasana hati, sesulit itu pula menjaga pernikahan. Tapi sesulit apapun itu, bila suami dan istri mengupayakan untuk terwujud, maka mereka akan memperoleh kebahagiaan lahir dan batin.

 

Idealnya suatu pernikahan adalah terwujudnya ‘samara’, sakinah, mawaddah, warahmah. Untuk mencapai kebahagiaan dibutuhkan proses berliku. Jadi, pada dasarnya tidak ada pernikahan yang sempurna. Tidak ada pernikahan yang bebas dari masalah. Harville Hendrix, Ph.D, penulis buku Getting the LoveYou Want berpendapat, bahwa pasangan yang tak pernah bertengakar berarti tidak terhubung satu sama lain. Bahkan ada kemungkinan, kedua pasangan memiliki rasa takut akan keintiman yang dirahasiakan. Pernikahan semacam itu termasuk katagori pernikahan parallel, yang cenderung hnya berjalan datar dan tidak berwarna.

 

Senada itu, Mufidah Qahar, seorang konselor pernikahan, mengatakan bahwa pernikahan yang sehat justru yang tidak sempurna, yang di dalamnya pernah terjadi pertengkaran. Sebab pertengkara justru menunujukkan bila emosi dan logika suami istri sedang bergerak dinamis, mewujudkan kominasi aktif yang efektif menuju keharmonisan. Tapi, barangkali siapapun tak ingin pernikahan yang mereka bangun akan mengalami masalah, apalagi sampai kandas di tengah jalan.

 

Buku bertajuk Sakinahkan Rumah Tanggamu ini memberikan panduan yang komprehensif agar pernikahan langgeng sakinah, mawaddah, dan warahmah. Buku setebal 188 halaman ini memprakarsai pemulihan hidup berkeluarga dijalani dengan tak melupakan shalat. Resep shalat sebagai penenang diri, secara efektif mampu menangkal gejolak terbongkarnya cinta suci [pernikahan. Maka itu, penulis mengelaborasi hakikat menjalankan shalat secara khusyu’, tak hanya shalat wajib juga harus ditambahi dengan shalat-shalat sunnah, seamsal, rawatib, dhuha, hajat, dan lainnya. Selain itu, buku ini juga dilengkapi do’a-do’a khusus seputar menuju pernikahan samara. Buku ini patut dijadikan bahan bacaan bagi siapapun terutama pasangan suami istri baru, sebagai bekal mengarungi keindahan pernikahan. Selamat membaca.

 

*Muhammad Bagus Irawan, pustakawan asal Jepara

 

 

back to top