Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Menteri ATR: layanan sertifikat akan masuk mall-mall

Menteri ATR: layanan sertifikat akan masuk mall-mall

Jogjakarta-KoPi| Menteri Agraria dan Tata Ruang, Ferry Mursyidan Baldan memprioritaskan pelayanan tanah kepada masyarakat selain percepatan investasi modal.

Ferry menekankan masyarakat mempunyai sertifikat atas tanahnya. Untuk menghindarkan dari sengketa tanah yang terjadi sewaktu-waktu.

Sengketa tanah terjadi karena pemilik tanah, kurang memiliki kesadaran melindungi tanahnya. Ketika kasus bergulir ke persidangan, putusan pengadilan terkadang tidak memihak pemilik tanah.

"Tanah yang dulu, jika ada saksi hidup didokumentasikan pernyataannya, sebagai bukti," jelas Ferry. Penyelesaian sengketa tanah dengan mediasi kedua belah pihak.

Pentingnya persoalan sertifikat ini, mendorong Kementian ATR merencanakan program sinergisitas pelayanan.
Pelayanan pertanahan akan masuk ke pulau-pulau di luar Jawa. Dengan model pelayanan satu pintu.
Ferry juga menargetkan gerai-gerai pertanahan akan masuk pada pasar supermarket.

"Model pelayanan bisa masuk mall-mall, seperti layanan bank dan lain-lain, di mall bisa mengurus sertifikat" tambah Ferry.

Selain itu pelayanan akan diintegrasikan dengan program desa online untuk memudahkan urusan pertanahan.
Penerapan desa online masih dalam tahap proses, mengingat jaringan internet masih belum stabil. |Winda Efanur FS|

back to top