Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Menolak pemimpin eksklusif, siapa dia?

foto: www.indonesiakaya.com foto: www.indonesiakaya.com

KoPi. Salah satu model pemimpin yang dibutuhkan oleh Indonesia adalah pemimpin transformatif, bukan eksklusif. Pemimpin inklusif secara politik tidak berjarak dari rakyatnya, selalu terbuka pada setiap upaya dialog, tidak menolak perbedaan identitas, dan memperjuangkan kesejahteraan publik.

Demikian rangkuman diskusi kepemimpinan di Sociology Center Departemen Sosiologi FISIP Unair hari ini (4/6/14). Diskusi dihadiri oleh beberap dosen fakultas ilmu sosial dan ilmu politik Unair, aktivis mahasiswa dan mahasiswa-mahasiswa.

Pemimpin inklusif ini harus dimiliki oleh dua kandidat capres dan cawapres. Rakyat Indonesia harus mengevaluasi secara kritis mana dari kedua kandidat tersebut yang merupakan pemimpin inklusif.

"Jika salah pilih pemimpin eksklusif yang cara berpolitiknya berkebalikan dari pemimpin transformatif maka tamatlah riwayat negeri ini. Rakyat harus memilih pemimpin transformatif," kata Meteor Rosada mahasiswa Fisip Unair yang ikut diskusi.

Doktor Tuti Budirahayu pada diskusi menyatakan bahwa pemimpin transformatif salah satu tugasnya adalah mampu menjadi teladan ideal bagi masyarakat. Keteladanan dalam kesetaraan, keadilan, dan keterbukaan.

"Masyarakat kita saat ini tidak mendapatkan teladan yang baik. Kita masih miskin pemimpin transformatif. Pilpres 2014 semoga melahirkan pemimpin transformatif ini". Tandas Tuti.*

 

Reporter: YP

back to top