Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Menlu Inggris: Rusia rusak upaya damai Perang Suriah

Menlu Inggris: Rusia rusak upaya damai Perang Suriah

KoPi| Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond menyebutkan bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin, telah merusak upaya masyarakat internasional untuk mengakhiri perang Suriah setelah Rusia mengebomi pejuang oposisi yang merupakan musuh ISIS, untuk menguatkan Basyar al-Assad.

Vladimir Putin hanya berbicara omong kosong menyoal proses politik di Suriah, sementara di sisi lain Rusia terus mengebom para penentang Assad dan membunuhi warga sipil.

Rusia datang membantu di tahun 2015 ketika pasukan Assad terdesak oleh kekalahan beruntun, sehingga mengancam kampung halaman penganut Nushairiyah di Latakia, setelah jatuhnya hampir seluruh Idlib ke tangan para pejuang.

Putin beralasan Rusia hadir untuk mengalahkan ISIS dan "terorisme internasional". Namun menurut sumber independen, sebagian besar serangan Rusia menyasar wilayah pejuang musuh ISIS, serta membunuh 1400 warga sipil (SOHR, Januari).

"Ini sumber kesedihan bagi saya, bahwa semua upaya yang dilakukan telah dirusak oleh Rusia,"kata Hammond kepada Reuters, di kamp pengungsi Zatari di Yordania, sekitar 10 km dari perbatasan Suriah.

"Rusia berkata 'ayo lakukan perundingan', kemudian mereka berunding, berunding dan berunding. Masalah pada Rusia adalah, ketika sedang berunding mereka juga mengebom, dan mendukung Assad,"lanjut Hammond.

Intervensi militer Rusia menyebabkan bertambahnya para pengungsi ke negara-negara sekitar dan membuat orang-orang terusir dari rumahnya.

Hammond juga menyebut bahwa serangan Rusia di Suriah justru menguntungkan ISIS, karena 70% serangan menyasar oposisi Suriah.

Menurut Hammond, Rusia dan Iran yang merupakan sekutu Assad tidak memberi manfaat bagi upaya perdamaian di Suriah. Keduanya hanya berfokus untuk melestarikan kekuasaan rezim Assad. (Reuters)

back to top