Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Menjadi lajang bisa membuat Anda GEMUK

Menjadi  lajang bisa membuat Anda GEMUK
KoPi| Orang yang hidup sendiri 'makan buah dan sayuran lebih sedikit, porsi lebih besar dan camilan yang lebih banyak'

-Mereka yang hidup sendiri lebih cenderung melakukan diet yang  tidak  sehat
-Keterampilan memasak yang buruk, tidak memiliki pasangan  untuk pergi  berbelanja, biaya makannya meningkat dan  kurangnya motivasi untuk  memasak untuk seseorang adalah yang  harus disalahkan
-Pria lajang lebih cenderung memiliki pola makan yang tidak sehat  daripada  perempuan lajang
 
Ruang sendiri, tidak ada gangguan dari orang lain dan bebas untuk menonton apa pun yang Anda sukai di TV adalah contoh manfaat yang tak terhitung jumlahnya ketika hidup sendiri. Tapi, sebuah studi baru mengungkapkan bahwa diet sehat bukan salah satu dari manfaat itu. Para lajang lebih rentan terhadap penumpukan berat badan. Peneliti di Universitas Teknologi Queensland telah memperingatkan hal tersebut.
 
Penelitian mereka mengungkapkan bahwa hidup sendiri membuat Anda lebih rentan untuk memiliki diet yang tidak sehat. Orang yang hidup sendiri lebih cenderung memiliki pola makan yang tidak sehat karena kurangnya keterampilan memasak, tidak memiliki pasangan untuk pergi berbelanja, biaya untuk makan meningkat dan kurangnya motivasi untuk memasak untuk seseorang, sebuah studi baru telah terungkap. 
 
Pria yang tinggal sendiri lebih cenderung memiliki pola makan yang buruk daripada wanita, berdasar penelitian tersebut.
 
Dr. Katherine Hanna dan Dr. Peter Collins, dari QUT School - Exercise and Nutrition Sciences, menganalisis 41 studi sebelumnya untuk menyelidiki hubungan antara hidup sendiri dengan makanan dan asupan gizi. Tulisan dalam makalahnya mengenai tinjauan komprehensif penelitian pertama menyelidiki hubungan antara hidup sendiri dan asupan makanan, telah diterbitkan dalam jurnal Nutrition Reviews.
 
"Hasil penelitian tersebut adalah bahwa orang yang hidup sendiri memiliki keragaman asupan makanan yang lebih rendah dan konsumsi pada beberapa kelompok makanan inti lebih rendah seperti buah-buahan dan sayuran dan ikan," kata Dr. Hanna. 
 
"Jumlah orang yang hidup sendiri di negara maju terus meningkat dan, pada tahun 2010, 23 persen rumah tangga di Australia merupakan orang yang hidup sendiri," lanjutnya.
 
Selain itu, penelitian menunjukkan hidup sendiri mungkin merupakan penghalang untuk melakukan pola makan sehat yang berkaitan dengan peran budaya dan sosial dari makanan dan memasak. Misalnya, kurangnya motivasi dan kenikmatan dalam memasak dan/atau makan sendirian sering menyebabkan orang menyiapkan makanan sederhana atau siap pakai yang kurang memiliki nutrisi penting. Tidak adanya dukungan atau dorongan untuk mematuhi pedoman makan sehat dan kesulitan dalam mengelola dalam mengontrol porsi juga merupakan faktor yang mempengaruhi pola makan.
 
Dr. Hanna mengatakan orang yang tinggal sendirian terbagi ke dalam berbagai usia, jenis kelamin, pendidikan dan status sosial ekonomi tapi juga bisa ketidaksiapan memasak untuk diri mereka sendiri oleh berbagai alasan. Misalnya, seseorang yang berduka atau sudah bercerai sebelumnya mungkin mengandalkan pasangannya untuk persiapan makanan dan tidak memiliki keterampilan memasak yang cukup untuk membuat makanan sehat. 
 
Faktor ekonomi juga menjelaskan mengapa mengkonsumsi makanan lebih rendah seperti buah-buahan dan sayuran dan ikan, karena mereka memerlukan belanja dan konsumsi yang lebih sering, yang bisa jadi harganya mahal. Dampak psikologis hidup sendiri juga dapat mempengaruhi diet. Penelitian sebelumnya telah meneliti tentang kesepian.
 
Ada beberapa strategi yang dapat membantu mengatasi kemungkinan hambatan untuk makan sehat bagi orang-orang yang tinggal sendirian. Ini termasuk program-program yang fokus pada keterampilan memasak untuk orang lajang dengan anggaran tertentu, meningkatkan persediaan makanan sehat yang terjangkau dan meningkatkan peluang diterima secara sosial untuk makan dalam kelompok. |DailyMail|Sarah Wulan|URS| 
back to top