Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Menjadi lajang bisa membuat Anda GEMUK

Menjadi  lajang bisa membuat Anda GEMUK
KoPi| Orang yang hidup sendiri 'makan buah dan sayuran lebih sedikit, porsi lebih besar dan camilan yang lebih banyak'

-Mereka yang hidup sendiri lebih cenderung melakukan diet yang  tidak  sehat
-Keterampilan memasak yang buruk, tidak memiliki pasangan  untuk pergi  berbelanja, biaya makannya meningkat dan  kurangnya motivasi untuk  memasak untuk seseorang adalah yang  harus disalahkan
-Pria lajang lebih cenderung memiliki pola makan yang tidak sehat  daripada  perempuan lajang
 
Ruang sendiri, tidak ada gangguan dari orang lain dan bebas untuk menonton apa pun yang Anda sukai di TV adalah contoh manfaat yang tak terhitung jumlahnya ketika hidup sendiri. Tapi, sebuah studi baru mengungkapkan bahwa diet sehat bukan salah satu dari manfaat itu. Para lajang lebih rentan terhadap penumpukan berat badan. Peneliti di Universitas Teknologi Queensland telah memperingatkan hal tersebut.
 
Penelitian mereka mengungkapkan bahwa hidup sendiri membuat Anda lebih rentan untuk memiliki diet yang tidak sehat. Orang yang hidup sendiri lebih cenderung memiliki pola makan yang tidak sehat karena kurangnya keterampilan memasak, tidak memiliki pasangan untuk pergi berbelanja, biaya untuk makan meningkat dan kurangnya motivasi untuk memasak untuk seseorang, sebuah studi baru telah terungkap. 
 
Pria yang tinggal sendiri lebih cenderung memiliki pola makan yang buruk daripada wanita, berdasar penelitian tersebut.
 
Dr. Katherine Hanna dan Dr. Peter Collins, dari QUT School - Exercise and Nutrition Sciences, menganalisis 41 studi sebelumnya untuk menyelidiki hubungan antara hidup sendiri dengan makanan dan asupan gizi. Tulisan dalam makalahnya mengenai tinjauan komprehensif penelitian pertama menyelidiki hubungan antara hidup sendiri dan asupan makanan, telah diterbitkan dalam jurnal Nutrition Reviews.
 
"Hasil penelitian tersebut adalah bahwa orang yang hidup sendiri memiliki keragaman asupan makanan yang lebih rendah dan konsumsi pada beberapa kelompok makanan inti lebih rendah seperti buah-buahan dan sayuran dan ikan," kata Dr. Hanna. 
 
"Jumlah orang yang hidup sendiri di negara maju terus meningkat dan, pada tahun 2010, 23 persen rumah tangga di Australia merupakan orang yang hidup sendiri," lanjutnya.
 
Selain itu, penelitian menunjukkan hidup sendiri mungkin merupakan penghalang untuk melakukan pola makan sehat yang berkaitan dengan peran budaya dan sosial dari makanan dan memasak. Misalnya, kurangnya motivasi dan kenikmatan dalam memasak dan/atau makan sendirian sering menyebabkan orang menyiapkan makanan sederhana atau siap pakai yang kurang memiliki nutrisi penting. Tidak adanya dukungan atau dorongan untuk mematuhi pedoman makan sehat dan kesulitan dalam mengelola dalam mengontrol porsi juga merupakan faktor yang mempengaruhi pola makan.
 
Dr. Hanna mengatakan orang yang tinggal sendirian terbagi ke dalam berbagai usia, jenis kelamin, pendidikan dan status sosial ekonomi tapi juga bisa ketidaksiapan memasak untuk diri mereka sendiri oleh berbagai alasan. Misalnya, seseorang yang berduka atau sudah bercerai sebelumnya mungkin mengandalkan pasangannya untuk persiapan makanan dan tidak memiliki keterampilan memasak yang cukup untuk membuat makanan sehat. 
 
Faktor ekonomi juga menjelaskan mengapa mengkonsumsi makanan lebih rendah seperti buah-buahan dan sayuran dan ikan, karena mereka memerlukan belanja dan konsumsi yang lebih sering, yang bisa jadi harganya mahal. Dampak psikologis hidup sendiri juga dapat mempengaruhi diet. Penelitian sebelumnya telah meneliti tentang kesepian.
 
Ada beberapa strategi yang dapat membantu mengatasi kemungkinan hambatan untuk makan sehat bagi orang-orang yang tinggal sendirian. Ini termasuk program-program yang fokus pada keterampilan memasak untuk orang lajang dengan anggaran tertentu, meningkatkan persediaan makanan sehat yang terjangkau dan meningkatkan peluang diterima secara sosial untuk makan dalam kelompok. |DailyMail|Sarah Wulan|URS| 
back to top