Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

Menjadi favorit, Pasar Kramat Jati tak pernah sepi

Foto: Galuh Ajeng Pramudita Foto: Galuh Ajeng Pramudita

Bau amis dan teriakan para pedagang yang menjajakan dagangannya menjadi ucapan selamat datang bagi para pengunjung pasar. Tawar menawar antara penjual dan pembeli menjadi hal biasa bagi kalangan masyarakat yang ingin mengunjungi pasar tradisional.

Pasar, tempat yang familiar di mata masyarakat dengan beragam barang yang dijajakannya memang menjadi incaran utama bagi para pemburu kebutuhan. Pasar tradisional salah satunya, menjadi pilihan bagi mereka yang menginginkan aneka kebutuhan yang dibandrol dengan harga lebih murah ketimbang supermarket atau pasar modern pada umumnya.

Pasar Kramat Jati. Ya, begitulah nama sebuah pasar di bilangan Jakarta Timur yang tak pernah sepi pengunjung tiap harinya. Meski tempat yang identik dengan kegiatan pertukaran antara penjual dan pembeli ini kerap kali membuat pengunjung terpaksa harus berdesakan selama berbelanja, namun tidak mengurungkan niat dan minat mereka untuk memenuhi kebutuhan yang disediakan di pasar ini. Memang sudah menjadi fenomena yang tak dapat dihindari gambaran hiruk-pikuk serta kekumuhan keadaan pasar tradisional ini.

Setiap tahunnya menjelang hari-hari besar, seperti hari raya idul fitri maupun tahun baru, pasar yang menjual aneka kebutuhan sandang dan pangan ini selalu lebih ramai dari biasanya. Itu karena setiap pembeli berlomba mendapatkan kebutuhan-kebutuhan yang mereka cari.

Letaknya yang berada di sisi jalan raya Bogor  kilometer 20, memudahkan para pengunjung pasar untuk berbelanja di tempat ini. Tepat di tengah pasar tradisional ini terdapat sebuah bangunan pusat perbelanjaan. Ramayana, ialah salah satu pusat perbelanjaan yang terdapat di pasar tradisional Kramat Jati. Di bagian depan bangunan Ramayana ini terdapat beberapa ATM yang diperuntukan bagi para pengunjung demi memudahkan mengambil uang tunai. Selebihnya terdapat toko-toko pakaian di jajaran bangunan tersebut. Area pasar Kramat Jati juga bersebelahan dengan bangunan Mall Lippo Plaza Kramat Jati.

Memasuki area pasar, di bagian luar anda akan menemukan sejumlah pedagang yang menjajakan daging, sayur dan bumbu-bumbu dapur. Sedangkan di bagian dalam terdapat penjual parabot rumah tangga juga beberapa kebutuhan sandang. Karena jalanan di kawasan ini sudah dibuat beraspal maka pengunjung tidak perlu khawatir dengan lumpur atau tanah yang berceceran.

Bagaimana dengan suasana pasar? Ya, anda tak usah heran jika memasuki kawasan ini akan disuguhi berbagai macam bau dan hingar-bingar suara. Kebanyakan suara pedagang menyerukan para pengunjung untuk mampir ke kios mereka. Logat yang berbeda terlontar dari setiap pedagang yang berasal dari berbagai daerah tersebut. Tangisan balita juga ikut meramaikan suasana tempat terjadinya transaksi tersebut. Ya, kebanyakan para Ibu membawa anaknya ikut berbelanja, kondisi pasar yang kian ramai dengan orang-orang yang berbelanja tak jarang membuat balita mereka merengek bahkan kerap menangis. Suara mobil pengangkut sayur-sayuran pun menambah kebisingan pasar yang terkenal dengan  tangkapan lautnya. Hiruk pikuk suasana pasar seperti ini sudah menjadi santapan biasa para pengunjung. Keadaan ini tidak lantas membuat mereka mengurungkan niat berbelanja mereka.

Daging-daging yang terpampang di kios pedagang daging membuat aroma amis semakin menyengat. Dengan gambaran khasnya, tangan-tangan mahir pedagang tersebut memotong setiap bagian daging yang dipesan oleh pembeli. Begitupun para pedagang ayam dan ikan-ikanan yang kerap kali mengibas-ngibaskan tangan mereka demi mengusir binatang-binatang yang hinggap. Beberapa pedagang buah dan sayuran terlihat menyusun dagangan mereka kembali sembari membolak-balikan posisi dagangannya. Banyak kegiatan transaksi terjadi di pusat jual beli yang berdiri sejak tahun 2001 ini. Ada beberapa pembeli yang sibuk memilih sembari menawar barang kebutuhan yang mereka beli, sementara si pedagang hanya membalas dengan tawa dengan penuh harap.

Satu lagi yang tak luput dari bagian pasar Kramat Jati. Di luar area pasar terdapat sederet  pedagang ikan menjual beragam jenis ikan laut. Ya, pasar Kramat Jati di malam hari memang terkenal dengan sejumlah pedagang yang menyuguhkan dagangan ikan seperti kerang laut, udang, berbagai jenis ikan dan hasil laut lainnya. Tak hanya penjual ikan, terdapat pula pedagang jajanan pasar yang menjual aneka makanan kecil berupa kue basah seperti cucur, kue lapis, ketan dan sebagainya. Memang, terletak di pinggir jalan terkadang mengurangi kenyamanan setiap pengunjung yang bertandang untuk membeli. Bahkan tak jarang hal itu mengganggu keadaan lalu lintas di jalur tersebut. Namun tetap saja para pembeli tidak mengurungkan minat berbelanjanya.

Murdiningsih misalnya, Ibu berambut sebahu ini mengaku tidak masalah dengan ramainya keadaan pasar, ia tetap dengan nyaman berbelanja. “Saya biasa beli kerang dan beberapa ikan laut di sini setiap malam, untuk warteg saya, karena di sini ikan-ikannya lengkap dan dijual lumayan murah. Walaupun kadang sumpek ya mau gimana lagi, lama-lama juga biasa aja.” Ujarnya.

Jadi, tidak perlu ragu mengunjungi tempat yang menyajikan berbagai kebutuhan kita sehari-hari. Seberapa tidak nyamannya tempat berbelanja ini, pasar tradisional tetap saja menarik masyarakat untuk berkunjung membeli. Harga dan kualitasnya pun juga tidak diragukan lagi. Bagaimana? Tertarik untuk berbelanja di pasar Kramat Jati?

back to top