Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Menilik sejarah NU, Lahir dari konflik Islam untuk memajukan umat

Menilik sejarah NU, Lahir dari konflik Islam untuk memajukan umat

KoPi| Siapa yang tidak mengenal sebuah organisasi Islam Nahdlatul Ulama (NU) di Indonesia. Menjadi organisasi besar di Indonesia ternyata latar belakang sejarah didirikan NU sangatlah tidak diduga-duga.

Pada zaman penjajahan, organisasi pembaharuan yang mementingkan pendidikan dan pembebasan muncul di segala juru. Mereka terbentuk atas keinginan untuk membenahi keterbelakangan mental dan ekonomi yang Indonesia rasakan kala itu. Mereka berjuang bertujuan membangkitkan martabat bangsa yang diinjak injak oleh pihak koloni.

Namun, NU tidak hadir dalam era Kebangkitan Nasional kala itu. Sebab NU hadir bukan dilandasi atas keterbelakangan bangsa. Melainkan tujuan utamanya hadir untuk memajukan kehidupan umat.

Organisai yang lahir pada 31 Januari 1926 ini memiliki makna sebagai kebangkitan ulama ataupun kebangkitan cendikiawan Islam. Menjadikan momen yang tepat untuk memajukan umat Islam di Indonesia.

Sebelumnya, umat muslin di Indonesia berkecamuk. Kekhalifahan yang dihapuskan di Turki dan kejatuhan Hijaz ke tangan Ibn Sa’ud yang menganut Wahabiyah pada tahun 1924 menuai konflik terbuka di masyarakat muslim Indonesia.

Hasyim As’ari yang saat itu menjabat sebagai Kiai Pesantren Tebureng, Jombang menyetujui untuk membentuk organisasi Islam dan menjadi pemimpin utama organiasasi yang dikenal sebagai NU tersebut.

Hasyim As’ari lantas membentuk tujuan utama NU yang mendasari Jam’iyyah Diniyyah yang membawakan faham keagamaan. Sehingga anutan yang dipegang teguh oleh organisasi ini ialah Ahlussunah Waljama’ah. Pola pikir yang mengambil jalan tengah antara rasionalis dengan skripturalis.

NU menjadikan sumber hukum Islam tidak hanya pada Al-quran dan sunnah, melainkan kemampuan akal ditambah dengan realitas empirik.

Tidak hanya bergerak pada bidang keagamaan. Tujuan NU merupakan penyelarasan atas dasar kehidupan manusia. agama, pendidikan, sosial, ekonomi dan pengembangan usaha lainnya. Sehingga NU memutuskan untuk bergabung ke dalam dunia politik.

NU lahir dengan tujuan mulia dan dibentuk oleh para pencetus yang mulia pula. Sehingga keberaaaan organisasi Islam besar di Indonesia ini kerap membantu menyelaraskan Islam dan agama di Indonesia.
Sebab NU lahir atas tujuan memajukan islam. Menyejahterakan dan memberi dukungan umat Islam di Indonesia. Bukan menjadikan tombak kehancuran islam dengan munculnya ajaran-ajaran yang kemudian menuai konflik baru bagi umat muslim.

NU merupakan keselarasan yang menjadikan Islam damai, indah dan sejahtera. Sehingga tidak lantas seharusnya di leburkan dengan kemunculan kepercayaan jenis baru yang kemudian akan mengembalikan Islam pada zaman kemunduran.|Labibah

back to top