Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Menilik sejarah NU, Lahir dari konflik Islam untuk memajukan umat

Menilik sejarah NU, Lahir dari konflik Islam untuk memajukan umat

KoPi| Siapa yang tidak mengenal sebuah organisasi Islam Nahdlatul Ulama (NU) di Indonesia. Menjadi organisasi besar di Indonesia ternyata latar belakang sejarah didirikan NU sangatlah tidak diduga-duga.

Pada zaman penjajahan, organisasi pembaharuan yang mementingkan pendidikan dan pembebasan muncul di segala juru. Mereka terbentuk atas keinginan untuk membenahi keterbelakangan mental dan ekonomi yang Indonesia rasakan kala itu. Mereka berjuang bertujuan membangkitkan martabat bangsa yang diinjak injak oleh pihak koloni.

Namun, NU tidak hadir dalam era Kebangkitan Nasional kala itu. Sebab NU hadir bukan dilandasi atas keterbelakangan bangsa. Melainkan tujuan utamanya hadir untuk memajukan kehidupan umat.

Organisai yang lahir pada 31 Januari 1926 ini memiliki makna sebagai kebangkitan ulama ataupun kebangkitan cendikiawan Islam. Menjadikan momen yang tepat untuk memajukan umat Islam di Indonesia.

Sebelumnya, umat muslin di Indonesia berkecamuk. Kekhalifahan yang dihapuskan di Turki dan kejatuhan Hijaz ke tangan Ibn Sa’ud yang menganut Wahabiyah pada tahun 1924 menuai konflik terbuka di masyarakat muslim Indonesia.

Hasyim As’ari yang saat itu menjabat sebagai Kiai Pesantren Tebureng, Jombang menyetujui untuk membentuk organisasi Islam dan menjadi pemimpin utama organiasasi yang dikenal sebagai NU tersebut.

Hasyim As’ari lantas membentuk tujuan utama NU yang mendasari Jam’iyyah Diniyyah yang membawakan faham keagamaan. Sehingga anutan yang dipegang teguh oleh organisasi ini ialah Ahlussunah Waljama’ah. Pola pikir yang mengambil jalan tengah antara rasionalis dengan skripturalis.

NU menjadikan sumber hukum Islam tidak hanya pada Al-quran dan sunnah, melainkan kemampuan akal ditambah dengan realitas empirik.

Tidak hanya bergerak pada bidang keagamaan. Tujuan NU merupakan penyelarasan atas dasar kehidupan manusia. agama, pendidikan, sosial, ekonomi dan pengembangan usaha lainnya. Sehingga NU memutuskan untuk bergabung ke dalam dunia politik.

NU lahir dengan tujuan mulia dan dibentuk oleh para pencetus yang mulia pula. Sehingga keberaaaan organisasi Islam besar di Indonesia ini kerap membantu menyelaraskan Islam dan agama di Indonesia.
Sebab NU lahir atas tujuan memajukan islam. Menyejahterakan dan memberi dukungan umat Islam di Indonesia. Bukan menjadikan tombak kehancuran islam dengan munculnya ajaran-ajaran yang kemudian menuai konflik baru bagi umat muslim.

NU merupakan keselarasan yang menjadikan Islam damai, indah dan sejahtera. Sehingga tidak lantas seharusnya di leburkan dengan kemunculan kepercayaan jenis baru yang kemudian akan mengembalikan Islam pada zaman kemunduran.|Labibah

back to top