Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Menikmati Coklat di museum Imhoff-Schokoladen Jerman

Menikmati Coklat di museum Imhoff-Schokoladen Jerman
Jerman-KoPi- Saat bepergian ke Cologne, Jerman, selain mengunjungi Katedral tua, Kölner Dom dan mencicipi bir non-alkohol di MühlenKölsch, pastikan juga mampir ke Museum Coklat Imhoff-Schokoladen yang terletak di pinggir sungai Rhine, dan tidak jauh dari katedral.

Museum yang mampu menjelaskan seluk-beluk dan sejarah coklat ini rata-rata dikunjungi oleh sekitar 700 ribu orang lebih setiap tahunnya. Menurut petugas museum ini, sejak didirikan pada tahun 1993, sudah lebih dari 7 juta orang dari berbagai belahan dunia mengunjunginya. Memang museum coklat ini merupakan satu di antara 10 museum di Jerman yang paling banyak dikunjungi. 

Memasuki museum coklat yang besar dan berbentuk mirip sebuah kapal yang sedang berlabuh ini serasa kita dibawa menjelajah perjalanan 3000 tahun sejarah coklat dunia. Kita bisa menyaksikan bagaimana coklat ditanam, dipanen, dibuat dan dipasarkan dalam kurun waktu 3000 tahun.

Di dalam museum ini dapat kita lihat juga bagaimana cara membuat coklat dengan berbagai fasilitas canggih dan menghasilkan berbagai bentuk coklat dan pasti kita boleh mencicipi hasilnya.

Di ruang sejarah coklat, dapat kita lihat dimana saja coklat ditanam, bagaimana proses pembuatannya, serta hama apa saja yang menganggu coklat. Di ruang ini kita juga dapat melihat dengan bangga betapa besar coklat yang dihasilkan Indonesia, yaitu sekitar 490.000 ton per tahun dengan areal seluas 2 juta km2. “Indonesia memang merupakan penghasil coklat terbesar di Asia-Oceania,” kata petugas museum coklat disitu.

Di antara berbagai barang historis dari koleksi museum tersebut adalah barang-barang buatan abad 18 dan 19 yang berupa mangkuk dan tempat minum coklat jaman Mesoamerika pra-Kolumbia. Museum tersebut juga memiliki berbagai peralatan pembuat coklat dari berbagai masa dan dalam berbagai bentuk.

Tidak hanya itu saja tetapi juga ada tropicarium seluas 10 meter yang terbuka untuk umum. Di dalamnya dapat kita liat tanaman cacao asli dari jenis theobroma cacao dan theobroma grandiflorum.

Selain itu ada pula air mancur coklat setinggi 3 meter dimana petugas museum akan mengambilkan coklat dengan wafer agar pengunjung dapat mencicipi juga wafer coklat. Di bagian tokonya, tersedia banyak produk coklat dalam berbagai bentuk dan kemasan. Produk coklat yang ditawarkan adalah dari perusahaan coklat Lindt&Sprüngli dari Swiss yang membantu memasok coklat untuk pameran pembuatan coklat di dalam museum ini, menggantikan perusahaan coklat Stollwerk dari Cologne, sejak tahun 2006.

Selamat menikmati perjalanan ke Museum Coklat di Cologne…..

Ida F Priyanto

 

back to top