Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Menikahlah saudaraku..

embundawah.wordpress.com embundawah.wordpress.com

KoPi| Allah SWT menciptakan manusia sebagai makhluk-Nya berpasang-pasangan agar dapat saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya. Pernikahan telah menjadi sebuah anjuran bagi para pengikut Rasulullah SAW, sesuai dengan para jumhur ulama.

Salah satu ulama fiqih mengartikan pernikahan sebagai proses bercampur yang meliputi akad (perjanjian) dan menjadikan halal sebuah hubungan seksual (Imam An-Nawawi, Syarh Shahih Muslim, 1984). Hukum pernikahan adalah wajib ketika berpegang teguh pada kalimat amr (perintah). Akan tetapi, Ulama Fikih mengatakan beberapa jenis hukum nikah yaitu:

1. Mubah : Ini merupakan asal hukum nikah
2. Makruh: Orang yang belum mampu memberi nafkah
3. Haram : Orang yang berniat menyakiti atau berbuat jahat pada calon pasangan yang akan dikawini
4. Wajib : Orang yang sudah siap lahir dan batin serta takut akan terjatuh pada perbuatan keji (perzinaan)
5. Sunnah : Orang yang sudah berkeinginan untuk menikah dan sudah mampu secara lahir dan batin.
Berdasarkan dari tolak ukur kehidupan di muka bumi ini, semua apa yang kita lakukan pasti ada keuntungan ataupun kerugian. Para ulama fikih berpendapat bahwa ketika manusia dapat mematuhi hukum yang telah ditetapkan oleh Allah SWT, manusia akan mendapat imbalan dan balasan yang setimpal bahkan Allah dapat memberikan balasan melebihi perbuatan yang telah dilakukan makhluk-Nya.

Anjuran menikah ini telah ada sejak dahulu masa Nabi Adam, hingga kini. Pada masa Nabi Muhammad pernikahan semakin menjadi ibadah yang sakral. Pernikahan sangat dianjurkan untuk mencetak generasi umat Nabi Muhammad yang beriman kepada Allah swt.

Pelaksanaan pernikahan umat Nabi Muhammad terjadi antara laki-laki dan perempuan yang bukan menjadi mahramnya. Namun pengecualian untuk kasus anak-anak Nabi Adam, mereka saling menikahi saudara sekandungnya sendiri. Pasalnya belum ada umat manusia selain mereka yang hidup dimuka bumi pada saat itu.

Bagi seorang perempuan pernikahan menjadi tangga untuk meningkatkan derajat. Perempuan yang menikah derajatnya akan naik tiga kali lipat di atas laki-laki. Pasalnya perempuan menempuh proses-proses sulit semasa mengandung, melahirkan dan menyusui.

Makhluk Allah yang ada di muka bumi saling ketergantungan antara satu dengan yang lain. Perempuan adalah tempat bagi kaum laki-laki untuk menyemai benih yang kelak akan menjadi calon anak. Begitu juga sebaliknya jika tidak ada kaum laki-laki maka tidak ada juga fungsi dari keberadaannya rahim seorang perempuan tersebut.

|Octri Amelia Suryani|Winda Efanur FS|

back to top