Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Mengungkap tragedi Idul Fitri di Tolikara Papua

Mengungkap tragedi Idul Fitri di Tolikara Papua

KoPi| Kekerasan kelompok agama terhadap agama lain di Tolikara menandakan Indonesia masih berhadapan dengan masalah kerentanan konflik komunal yang bersumber pada masih tajamnya nalar fundamentalisme dan radikalisme. Demikian disampaikan pakar sosiologi dan pengelolaan konflik Novri Susan melalui telpon.

"Apa yang terjadi hari ini adalah realitas fundamendalisme dan radikalisme keagamaan (Kristen di Tolikara, red).Tentu saja ini menjadi masalah seluruh masyarakat Indonesia, seluruh ummat beragama baik Kristen, Islam dan lain-lainnya".

Penulis buku Negara Gagal Mengelola Konflik ini melihat kejadian di Tolikara bukan tindakan sporadis yang disebabkan oleh ketidaksengajaan. Namun buah dari kegiatan teroganisir. Menurutnya, selain bukti surat edaran larang dari GIDI (Gereja Injili di Indonesia), kelompok pelaku kekerasan tersebut melakukan aksi pada waktu yang diperhitungkan.

Selanjutnya, Novri melihat surat yang ditembuskan ke polres Tolikara tersebut tidak mendapat respon khusus.

"Saya agak merasa janggal, surat tersebut ditembuskan kepada polres namun kenapa tidak ada upaya pencegahan. Jika ada upaya pencegahan, dan masih terjadi aksi pembakaran serta pembubaran maka bisa dibayangkan betapa lemahnya kualitas keamanan sipil kita".

Selain itu sosiolog lulusan Universitas Perdamaian PBB ini mengingatkan bahwa aksi kekerasan di Tolikara bisa saja menjadi bagian dari akumulasi prasangka dan dendam atas masalah minoritas Kristen di beberapa wilayah Indonesia bagian barat.

"Maka sangat penting digarisbawahi bahwa intoleransi, fundamentalisme dan radikalisme dari kelompok agama manampun merupakan tantangan bersama. Saya menunggu lembaga gereja mengutuk aksi tersebut," pungkas Novri mengakhiri diskusi telpon. | AG

back to top