Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Menguak Pesona Taman Sari

Menguak Pesona Taman Sari

Yogyakarta-KoPi, Sepanjang sejarahnya Kraton Ngayogya Hadiningrat memiliki banyak peninggalan budaya yang adiluhung. Salah satunya situs budaya Taman Sari yang terletak di sebelah barat daya kraton Yogyakarta.  (18/6).

Pendirian Taman Sari pada masa pemerintahan Hamengkubuwono I tahun 1758. Pemanfaatannya hanya sampai HB III. Gaya arsitekturnya ala Portugis, dengan arsitek asli dari Portugis yang dikenal Demang Tegis.

Berdiri di atas tanah seluas 36,66 Ha, komplek Taman Sari disesaki bangunan indah pada masa itu. Memuat setidaknya 59 bangunan di dalamnya. Urutan bangunan terdepan dari Gapura Pagelaran- Gapura Agung- Gapura Panggung- Gapura Kenari- Segaran Pulo. Namun sekarang bangunan Taman Sari hanya sekitar 12,66 Ha sisanya lapuk dimakan waktu dan bencana alam.

Taman Sari sangat multi fungsi. Balutan kemegahan arsitekturnya, tidak membatasi fungsi lainnya seperti basis pertahanan dan tempat relijius bagi sultan.

Basis pertahanan tampak pada adanya benteng yang mengelilingi situs. Gapura lengkap dengan pos penjagaan Serta urung-urung (jalan bawah tanah). Untuk ruang relijius pada Pulo Panembung dan Sumur Gumuling.
 
Untuk sarana rekreasi sultan dan para keluarganya, terdapat kolam (umbul) seperti Umbul Binangun, Kolam Garjitawati, Pasiraman Umbulsari, dan kolam Nagaluntak.

Pada pasiraman Umbul Binangun mempunyai tiga kolam yaitu Umbul Muncar, Kolam Kuras, dan Umbul Binangun. Antara Umbul Binangun-Kolam kuras dihubungkan saluran bentuk mulut naga.

Selain itu ada Pasarean Ledoksari berupa ruang khusus bagi sultan dan istrinya.

Bangunan lain yang cukup megah, Pulo Kenanga. Paviliun besar berfungsi untuk peristirahatan, kegiatan seni seperti tari dan membatik.

Reporter : Winda Efanur Fs

 

 

 

back to top