Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Menguak Pesona Taman Sari

Menguak Pesona Taman Sari

Yogyakarta-KoPi, Sepanjang sejarahnya Kraton Ngayogya Hadiningrat memiliki banyak peninggalan budaya yang adiluhung. Salah satunya situs budaya Taman Sari yang terletak di sebelah barat daya kraton Yogyakarta.  (18/6).

Pendirian Taman Sari pada masa pemerintahan Hamengkubuwono I tahun 1758. Pemanfaatannya hanya sampai HB III. Gaya arsitekturnya ala Portugis, dengan arsitek asli dari Portugis yang dikenal Demang Tegis.

Berdiri di atas tanah seluas 36,66 Ha, komplek Taman Sari disesaki bangunan indah pada masa itu. Memuat setidaknya 59 bangunan di dalamnya. Urutan bangunan terdepan dari Gapura Pagelaran- Gapura Agung- Gapura Panggung- Gapura Kenari- Segaran Pulo. Namun sekarang bangunan Taman Sari hanya sekitar 12,66 Ha sisanya lapuk dimakan waktu dan bencana alam.

Taman Sari sangat multi fungsi. Balutan kemegahan arsitekturnya, tidak membatasi fungsi lainnya seperti basis pertahanan dan tempat relijius bagi sultan.

Basis pertahanan tampak pada adanya benteng yang mengelilingi situs. Gapura lengkap dengan pos penjagaan Serta urung-urung (jalan bawah tanah). Untuk ruang relijius pada Pulo Panembung dan Sumur Gumuling.
 
Untuk sarana rekreasi sultan dan para keluarganya, terdapat kolam (umbul) seperti Umbul Binangun, Kolam Garjitawati, Pasiraman Umbulsari, dan kolam Nagaluntak.

Pada pasiraman Umbul Binangun mempunyai tiga kolam yaitu Umbul Muncar, Kolam Kuras, dan Umbul Binangun. Antara Umbul Binangun-Kolam kuras dihubungkan saluran bentuk mulut naga.

Selain itu ada Pasarean Ledoksari berupa ruang khusus bagi sultan dan istrinya.

Bangunan lain yang cukup megah, Pulo Kenanga. Paviliun besar berfungsi untuk peristirahatan, kegiatan seni seperti tari dan membatik.

Reporter : Winda Efanur Fs

 

 

 

back to top