Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Menghina Islam, orang tahu konsekuensinya

Menghina Islam, orang tahu konsekuensinya

KoPi| Setelah aksi penembakan yang menewaskan empat jurnalis Charlie Hebdo yang menerbitkan karikatur penghinaan nabi yang dimuliakan umat Islam, seorang aktivis Islam Anjem Choudary menulis surat terbuka berjudul 'People Know The Consequences' atau Orang Tahu Konsekuensinya.

Dalam surat yang kemudian diterbitkan oleh USA Today, Choudary mengatakan berlawanan dengan kesalahpahaman umum, Islam bukan berarti damai, tapi hanya tunduk pada perintah Allah saja. Oleh sebab itu Islam tidak percaya pada konsep kebebasan berekspresi. Ucapan dan tindakan mereka ditentunkan oleh wahyu ilahi bukan didasarkan pada keinginan orang.

Pertanyaannya, mengapa Perancis membiarkan sebuah tabloid memprovokasi umat Islam?

Choudary kemudian menambahkan: "Pemerintah Baratberkedok dengan nama kebebasan ketika sedang terlibat dalam sebuah penyiksaan dengan tafsirnya sendiri. Barat membatasi kebebasan gerak kaum Muslim dengan kedok keamanan nasional.

Anjem Chodary juga mengatakan bahwa meskipun orang Islam tidak sepakat dengan ekpresi kebebasan seperti itu, tetapi bahkan kaum non muslim juga mengatakan kebebasan dengan tanggang jawab. Di dalam dunia yang tidak lagi stabil dan tidak aman, menghina nabi kaum muslimin konsekuensinya diketahui oleh kaum muslim dan non muslim sendiri.

Anjem Choudary dikenal sebagai seorang Muslim Radikal di London dan dosen di Suriah. Ia juga bercuit di akun twitternya @anjemchoudary untuk menanggapi tragedi Charlie Hebdod.

 

back to top