Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Menghamili muridnya guru MTS di Bantul dilaporkan ke JPW

Menghamili muridnya guru MTS di Bantul dilaporkan ke  JPW
Bantul-KoPi| Seorang guru Madrasah Tsanawiyah Negeri (Mts/SMP) di jalan Imogiri Bantul diadukan atas dugaan perbuatan asusila pada muridnya pada Jogja Police Watch (JPW).
Wina,Ibu dari korban berinisial A, mengatakan  putrinya yang berusia 15 tahun disetubuhi oleh guru BKnya pada awal tahun 2017. Akibatnya korban A pun mengalami kehamilan dengan usia kehamilan 6 bulan.
"Anak saya sudah disetubuhi oleh guru BKnya sekitar awal bulan Januari 2017, sekarang anak saya sudah hamil 6 bulan,"kata Wina di Kantor JPW, Sleman, Kamis (6/7).
Wina menuturkan dirinya mengetahui anaknya hamil setelah beberapa waktu mengamati perut anaknya semakin besar.
Setelah dilakukan test kehamilan pada bulan Juni lalu ,hasilnya menunjukkan bahwa memang putrinya A hamil.
Wina pun bertanya kepada anaknya siapa yang menghamilinya. Beberapa kali si A berusaha berdalih dari pertanyaan orang tuanya.
Namun setelah Wina mengintip HP dan membaca SMS anaknya ia pun mengetahui bahwa guru BKnya yang bernama Poniman  yang menghamili putri sulungnya.
"Saya melihat ada SMS di HP anak saya dan disitu si pengirim guru BK nya meng sms anak saya dengan isi 'Jangan sampai orang lain tahu soal ini', selanjutnya saya tanya kepada anak saya,ia pun mengakui bahwa memang guru BKnya yang mensetubuhinya,"terang Wina 
Poniman sendiri adalah pria berusia 54 tahun ,beristri dan mempunyai anak dan saat ini masih mengajar di sebuah Mts di Wonokromo setelah dipindahkan dari Mts si A di Jalan Imogiri.
Kronologi kejadian 
Wina menceritakan kronologi  awal kejadian dimulai sejak putrinya menginjak bangku kelas 3 Mts.  Pelaku yang merupakan guru BK korban memang dekat dengan A.
Korban A pun sering meminta nasihat kepada pelaku sejak awal  kelas 3 dengan pertanyaan seputar keluarga dan lain-lain. Si Pelaku pun selalu menaruh perhatian lebih kepada korban.
Wina memaparkan si pelaku semakin dekat dengan putrinya dan putrinya mengatakan dirinya nyaman dengan pelaku.Hubungan ini pun selanjutnya  mengarah ke hubungan intim dewasa antara pelaku dan korban.
Berdasarkan keterangan putrinya ,Wina menerangkan sang pelaku melakukan hubungan intim dirumah kosong miliknya di karang nangka,Jetis. 
"Kejadiannya sendiri diluar jam sekolah,dan mereka bertemu dirumah kosong milik pelaku,"tutur Wina.
Setelah korban hamil,dari bulan Februari pelaku mengiming-imingi korban dengan menjanjikan nikah siri dan bertanggung jawab. Pelaku juga meminta kepada korban agar tidak membocorkan aksi mesumnya.
Alhasil sampai Juni, korban pun menutup mulut dan sang pelaku tidak mengakui perbuatannya di hadapan orang tua A. 
Wina menjelaskan setelah lulus MTS kemarin, si A untuk sementara belum bisa melanjutkan studinya. 
Sang korban A menyatakan dirinya sedih karena tidak bisa melanjutkan studinya. Ia berencana akan masuk SMK jurusan tata busana.
"Perasaan saya  sedih tidak bisa melanjutkan sekolah,saya berencana masuk SMK di Tata Busana," tutur A.
Sang Ibu pun melaporkan kejadian ini ke Polres bantul dan polsek. Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan penyelidikan polres dan pelaku masih berstatus terlapor.
Kadiv Humas JPW,Baharuddin Kamba bersama JPW akan mengawal kasus asusila dibawah umur.
Ia pun berencana  mendatangi Polres Bantul menanyakan kasus ini dan status sang pelaku. 
"Tidak hanya itu kita juga akan mendatangi kementrian agama karena ini masih dalam wilayahnya kementrian Agama,"pungkasnya.|Syidiq Syaiful Ardli
 
back to top