Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Mengenang 20 Tahun Tendangan Kung Fu King Eric

Tendangan kung Fu yang dilancarkan Cantona terhadap supporter palace, Matthew Simmons Tendangan kung Fu yang dilancarkan Cantona terhadap supporter palace, Matthew Simmons Foto : Getty images

Inggris – KoPi | Salah satu momen terbaik bagi penggemar Liga Inggris, khususnya fans Manchester United adalah momen tendangan Kung Fu Eric Cantona kepada fans Crystal Palace di Selhurst Park, kandangan Palace.

Mingguini menandai ulang tahun ke-20 dari tendangan kung fu cantona, tindakan terkenal akan kebrutalan yang memiliki efek mendalam pada sepakbola Inggris dan profil dari fenomena global yang sekarang yaitu Liga Premier.

Tahun-tahun
sebelumnya, sejakmomen dorongan Paolo Di Canio pada wasit Paul Alcock, Ben Thatcher dengan smash pada Pedro Mendes dan gigitan Luis Suarez pada Branislav Ivanovic, tetapi tidak ada yang lebih mengenangkan ketimbangaksi Cantona itu.

Mantan bintang Manchester United awalnya dihukum dua minggu penjara karena serangannya pada Matthew Simmons, dikurangi menjadi pelayanan masyarakat 120 jam
setelah proses banding.

Tapi
secara misterius, pria kelahiran Prancisitu juga dihukum dengan larangan stampil selama sembilan bulan dan Sir Alex Ferguson mengklaim hal itulah yang menyebabkan Red Devils gagal memenangi Premier League ketiga kali secara berturut-turut.

Ada sedikit tanda-tanda bagaimana kemudian Cantona melancarkan aksinya yang terjadi saat malam Januari yang dingin di Tenggara kota London, di mana berawal dari ketidakpuasan yang terjadi di atas lapangan.

Pada pertemuan itu, terjadi drama di babak pertama antara Cantona dengan bek Palace pada saat itu, Richard Shaw. Cantona merasakan napas Shaw di bagian belakang kerah yang tidak dilipat itu - salah satu ciri Cantona di atas lapangan. Selama pertandingan itu Cantona ditempel ketat oleh Shaw dan tidak sedikit terjadi pelanggaran dan merasa tidak adil oleh kepemimpinan wasit. Hal ini terlihat bagaimana ia bersusah pasayah menyelesaikan babak pertama.

"Tidak ada kartu kuning itu?" Kata Cantona untuk wasit Alan Wilkie. Ferguson lebih lugas dalam mengungkapkannya: "Mengapa Anda tidak melakukan pekerjaan anda dengan baik?"

Hal itu sedikitnya menunjukkan Cantonayang menjadi semakin frustrasi dengan perlakuan dirasakan, ia menendang Shaw menit ke-48, pelanggaran aktif yang jelas-jelas menyebabkan dia dikartu merah.

Cantona sepatutnya berjalan menuju terowongan, berhenti sebentar bangku
united, di mana saat itu Fergusonmenyelimutinya, sebelum berjalan melewati fans Palace.

Simmons, 20
tahun pada saat itu, berlari 11 baris untuk menyempatkan mengejek Cantona. Seluruh episode itu berakhir dalam hitungan detik, dengan Cantona akhirnya dibawa pergi oleh mantan kitman United Norman Davies dan kiper Peter Schmeichel, tapi konsekuensi yang harus dipikul Red devilsbegitu berat, dengan dihukumnya Cantonasecara tidak langsng membantu Blackburn mengalahkan United di perolehan poin di akhir musim.\

Ketika ditanya apakah Fergie, sapaan Ferguson merasakehilangan Cantona memiliki efek buruk bagi tim, dan akhirnya title juara Liga inggris musim itu berhasil digondol oleh Blackburn, Ferguson mengatakan: "Saya kira begitu. Anda tidak ingin menempatkan satu pemain di atas pemain lain sepanjang waktu, tapi dia adalah seorang pemain yang benar-benar hebat. "

Tendangan kung-fu Cantona adalah salah satu momen paling dikenal di sepak bola Inggris. Insiden itu terjadi hanya dua tahun setelah sepakbola Inggris melakukan rebranding, setelah pembentukan Liga Premier, dan tidak diragukan lagi membantu menaikkan jumlah pelanggan TV berbayar, dengan tidak ada penggemar yang ingin melewatkan prospek melodrama tersebut, terlepas dari sepakbola itu sendiri.

Cantona menjadi kecewa dengan sepakbola Inggris, terutama karena tidak diizinkan untuk bermain di setiap pertandingan terorganisir, bahkan mengikuti latihan yang diselenggarakan di tempat latihan lama United, The Cliff.

Ia memberitahu Ferguson dari niatnya untuk berhenti musim panas itu, mendorong bos United untuk segera berangkat ke Paris untuk membujuk Cantona bahwa ia masih memiliki masa depan di Inggris bersama The Red Devils.

Sama seperti dia akan lakukan dengan Cristiano Ronaldo
satu dekade kemudian, setelah 2006 'mengedip' kepada wasit sehingga Wayne Rooney dihadiahi kartu merah pada pertadingan itu, Ferguson memamerkan keterampilan manajemennya dalam membujuk Cantona kembali ke Inggris.

Ini terbukti
ampuh bagi Manchester merah. Cantona kembali dari larangannya pada tanggal 1 Oktober melawan rival bebuyutan Liverpool, mencetak gol pembuka United setelah dua menit dan mencetak go penyeimbang dari titik penalti. Hasil akhir imbang 2-2 di Old Trafford.

Cantona kemudian mencetak
gol 13 kali di Liga Premier, membantu United merombak defisit 12-poin dari Newcastle untuk merebut kembali gelar, dan menjarah lima gol di United selama berlaga di Piala FA, termasuk gol kemenangan atas Liverpool di final, dan musim itu United mendapat gelar ganda, Liga Premier dan juara FA Cup.

Dia akhirnya meninggalkan United di akhir musim 1997. Setelah membantu mereka untuk merebut gelar lain, pada usia 31 Cantona telah jatuh cinta dengan sepak bola dan memutuskan untuk mundur
dari rumput hijau, sebelum catatan manisnya bisa ternoda oleh turunnya performanya.

Cantona,
yang sekarang berusia 48 tahun, akan diingat untuk berbagai alasan - kerah terbalik nya,tendangan kung fu-nya, dan cara merenung pada masa liburannya itu.

Tapi setiap pecinta sepakbola akan selalu mengenang malam spektakuler 20 tahun lalu, yang meninggalkan noda buruk tak terhapuskan pada permainan indahnya.

 

 

Nora T. Ayudha

 

back to top