Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Mengembalikan wibawa polisi yang hilang

Mengembalikan wibawa polisi yang hilang
Surabaya – KoPi | Kontroversi pelantikan Komisaris Jendral Budi Gunawan sebagai Wakil Kepala Polri pada Rabu (22/4) lalu menuai beberapa dampak bagi masyarakat. Pelantikan yang terkesan diam-diam memanfaatkan momen KAA ini kembali menjatuhkan wibawa polisi di masyarakat.

Krisis kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum ini harus segera diatasi. Pasalnya, Polri merupakan lembaga yang mengatur seluruh tindakan masyarakat atau yang disebut sebagai kontrol sosial.

Menurut Pakar Sosiologi Hukum Universitas Airlangga Prof.Dr. Musta'in Mashud, Kepolisian merupakan aparatur negara paling dekat dan bahkan menyatu dengan masyarakat. Seluruh kepentingan masyarakat dari level bawah sampai yang paling tinggi selalu berhubungan dengan lembaga Kepolisian. Strategi ini seharusnya dimanfaatkan Polri untuk mengembalikan wibawanya di mata masyarakat.

Mustain menilai, wibawa polisi sebenarnya masih dapat diangkat kembali. Untuk mengangkat kredibilitas tersebut dapat dimulai dari proses rekrutmen anggota dan pengangkatan pejabat dengan kapasitas yang sesuai.

“Polisi harus menempatkan the right man in the right place. Tidak ada tawar menawar kepentingan politik atau bias terhadap kebijakan,” ujar Mustain.

Polri juga harus menegakan hukum secara obyektif untuk menciptakan konstruktivitas masyarakat yang baik. Jika penerapan hukumnya obyektif, kinerja polisi akan diapresiasi masyarakat. Dan masyarakat akan kembali percaya polisi mampu mengendalikan dan mengatur ketertiban sosial.

“Terkait kasus BG, Polri harus segera mengumpulkan bukti yang nyata, jelas, dan dapat dipublikasikan kepada publik. Sehingga disorientasi publik pada Polri akan pulih dan kembali memunculkan kepercayaan dari masyarakat,” ujar Mustain.

Sebagai lembaga pengontrol sosial, polisi harus memiliki integritas moral tanggung jawab yang berdasarkan Undang-undang. Hal itu dinilai akan mengembalikan wibawa polisi yang terpuruk. | Labibah

back to top