Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Mendagri tekan, Bulog aktif awasi beras plastik

Mendagri tekan, Bulog aktif awasi beras plastik

Jogjakarta-KoPi| Merujuk pada surat edaran Mendagri terkait pengawasan beras plastik dan distribusi raskin. Pihak Bulog tengah memperketat pendistribusian raskin ke titik terakhir di kelurahan. Menurut kepala bidang perdagangan, Eko Wiyoto mengatakan surat edaran tersebut menekan peran Bulog di daerah untuk untuk lebih aktif membeli beras hasil panen petani setempat, dan ikut mengawasi adanya beras raskin yang tidak layak konsumsi.

“Bulog melakukan pengawasan, pengecekan dari gudang hingga distribusi raskin ke kelurahan. Selebihnya jadi tanggung jawab kelurahan lurah masing-masing”, ujar Eko.

Eko menambahkan hingga Juni 2015 ini Bulog telah menyerap 19.926 ton beras dari target tahun ini sebesar 45 ribu ton. Besaran angka tersebut sudah memenuhi 70% dari target. Melalui stok  dari 19 ribu ini, pasokan beras DIY aman untuk 5 bulan ke depan.

Alokasi Raskin DIY tahun 2015
Secara terpisah Kepala Divisi Regional Perum Bulog DIY, Langgeng Wisnu Adinugroho mengatakan pihak Bulog telah melakukan demo terhadap temuan yang diduga beras plastik di Sleman. "Minggu lalu kami, demo langsung ke masyarakat Sleman yang katanya ada beras raskin yang gak bisa di masak, kita ke sana uji coba dimasak buktinya bisa dimasak dan kita makan bareng-bareng", kata Langgeng

Sementara terkait distribusi raskin, Langgeng menegaskan di DIY lancar dan tidak ada kendala. Setiap bulannya rutin memasok raskin ke empat stok gudang, Wates, Gunung Kidul, Bantul dan Kalasan.

“Saat ini sudah melakukan alokasi Juni, tangal 20 sudah selesai semua alokasi ke seluruh wilayah DIY, pembayaran juga bagus, keluhan tentang raskin juga tidak ada.  Sejak penyaluran beras bulan April sudah memakai beras baru yang masih fresh, saya juga keliling mengecek ke gudang-gudang”, papar Langgeng.

Selesih sedikit dari data Disperindagkop, Langgeng menyatakan hingga Juni ini Bulog telah menyerap 20 ribu ton beras dari petani.   

“Pengadaan per hari Sabtu sore, hampir 30 ribu, pemasukan beras dari Januari ke sekarang sudah 20 ribu ton. Setiap harinya kita membeli, menyerap hasil petani, kita rata-rata harian 400 ton-500 ton dari empat gudang tersebut” kata Langgeng. |Winda Efanur FS|

back to top