Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Mendagri: Anggaran Pemilu serentak membengkak

Mendagri: Anggaran Pemilu serentak membengkak

Sleman-KoPi|Tjahjyo Kumolo, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia mengatakan Pemilu serentak menghabiskan anggaran yang cukup besar dibandingkan Pemilu yang dilaksanakan harian.

Dia menerangkan anggaran penyelenggaraan Pemilu serentak tahun 2015 membengkak lebih dari 100% dari perkiraan awal.

"Pada tahun 2015, penyelenggaraan pemilu serentak saya kira lebih hemat, ternyata anggarannya membengkak sampai 200%,"ujarnya saat di UGM, Kamis (27/4).

Pembengkakan ini juga terjadi pada pilkada serentak di tahun 2017. Menurutnya jumlah anggaran pemilu serentak lebih membengkak dibandingkan pemilu yang dilaksanakan harian. Tjahyo melihat penyebab pembengkakan ini karena permintaan KPU dalam pembelian logistik pemilu serentak.

"KPU mengatakan harga pembelian logistik setiap lima tahun meningkat. Namun diam-diam hal ini dimanfaatkan oleh pihak lain seperti anggaran digunakan untuk pembelian kendaraan untuk Pemilu. Padahal dulunya kendaraan bisa pinjam di pemerintahan", katanya.

Ia menilai Pemilu dan Pilkada serentak tidak efisien. Namun berkaitan dengan kegiatan politik dirinya menambahkan sebuah kesuksesan kegiatan politik tidak bisa diukur oleh uang. Seperti saat seseorang ingin menjadi DPR, ia menghabiskan biaya sampai 40 milyar untuk keperluan biaya kampanye dan lain-lain.

Namun, pihaknya dalam melihat Pemilu serentak akan terus meninjau penyebab pembengkakan anggaran.

Selanjutnya, dengan merevisi UU KPU dan menguatkan sistem, dia berharap agar pemilu serentak 2019 dapat lebih efektif dan lebih efisien saat diselenggarakan.

"Kita ingin pemilu serentak kedepannya dapat lebih sederhana,diikuti secara maksimal oleh masyarakat, tidak ada politik uang dan lebih efisien dalam anggaran," pungkasnya.|Syafiq Syaiful Ardli

back to top